Bupati Sintang Tinjau Posko COVID-19 di Sepulut

oleh -940 views
Bupati Sintang Tinjau Posko COVID-19 di Sepulut (Foto : Prokopim)

SINTANG | SintangPost.com –  Satgas COVID-19 Kabupaten Sintang telah melakukan deteksi dini bagi siapapun masyarakat yang akan melintas atau memasuki wilayah Kabupaten Sintang dengan mendirikan posko di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan keberadaan Posko COVID-19 di Desa Sepulut ini sangat penting untuk meminimlaiiris masuknya kasus impor atau kasus COVID-19 dari luar daerah seperti dari Pontianak atau dari daerah lainnya.

“Lonjakan kasus di Kabupaten Sintang didominan oleh kasus dari luar. Ynag terkadang, mereka yang sudah dari dari daerah terkonfirmasi, tidak menyadari dirinya positif, duduk santai di warkop dan makan dimana saja, ini yang bahaya,” ucapnya saat meninjau langsung posko tersebut, Sabtu (08/05/2021).

Jarot Winarno mengatakan berdasarkan teori, jika kauss di Pontianak tidak selesai atau melandai, maka kasus di Sintang juga tidak akan selesai. Hal itu sama dengan teori, jika kasus di Jakarta belum melandai, maka Pontianak juga tidak selesai. Pasalnya, antara Sintang, Pontianak dan Jakarta mempunyai hubungan yang erat, yang mana masyarakatnya kerap melakukan mobilitas ke daerah tersebut.

“Banyak masyaraakat yang kerap melakukan mobilitas ke Pontianak atau ke Jakarta bahkan tak sedikit pula anakanak kita mengenyam pendidikan di daerah tersebut. Ini tentunya ada korelasi tentang peningkatan kasus di Kabupaten Sintang,” katanya.

Untuk itu, Jarot Winarno berharap masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir atau menggunakan handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dan menggunakan masker jika harus keluar rumah.

“Jika memang sedang dalam kondisi tidak enak badan atau baru sembuh dari sakit, lebih baik jangan keluar rumah. Perbanyak minum air putih dan makan makanan sehat serta minumvitamin. Jika imun turun, bisa saja kita yang terpapar, atau orang lain yang terpapar,” pungkasnya. (Coe)