Minimalisir Kasus Covid-19 dari Luar Sintang, Jarot Ingin Posko Sepulut Tetap Operasional

oleh -861 views
Jarot Ingin Posko Sepulut Tetap Operasional (Foto: Prokopim)

SINTANG | SintangPost.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno berkeinginan agar Posko COVID-19 di Kabupaten Sintang ini dapat beroperasi secara permanen. Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan peninjauan langsung ke Posko tersebut pada Sabtu malam lalu, (08/05/2021).

“Saya sudah mulai memikirkan, posko ini akan dipermanentkan. Artinya, tetap beroperasi tidak hanya sampai tanggal 17 Mei ini saja, namun terus diaktifkan paling tidak hingga kasus COVID-19 di Kabupaten Sintang sudah melandai,” ujarnya.

Jarot Winarno mengatakan adanya posko COVID-19 ini sesungguhnya adalah salah satu bentuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sintang kepada masyarakatnya dari bahaya virus tersebut.

“Kami menjaga masyarakat dari siapa saja mereka yang masuk ke Kabupaten Sintang yang ternyata positif COVID-19,” katanya.

Mengenai tindakan, Jarot Winarno menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan 3T (Test, Treatment, Tracing) dengan baik dalam penanganan COVID-19. Hanya saja, kebobolan karena jalan raya tidak dijaga seperti saat ini sehingga banyak orang yang kelouar masuk namun secara sadar atau tidak, dia sudah membawa virus dan menyebarkan ke orang lain.

“Kasus impor kita banyak. Jadi, meski 3T kita lakukan dengan baik pun, kalau orang bebas keluar masuk sama saja tidak ada hasilnya,” ucapnya.

Jarot Winarno mengatakan bahwa pemeriksaan di jalan masuk Sintang ini dinilai lebih efektif dari pada melakukan razia di dalam kota yang bahkan dari ratusan orang yang diperiksa di warung kopi ternyata tidak ada yang hasil yang positif.

“Siapapun boleh masuk, siapapun berbisnis di Sintang namun hasilnya harus negatif paling tidak pemeriksaan antigennya. Jadi perekonomian aman terkendali, kesehatan masyarakat terkontrol,” tuturnya.

Untuk di Posko COVID-19 di Desa Sepulut ini, Jarot Winarno menegaskan pihaknya telah menyediakan 2.500 rapid antigen yang dipastikan tidak akan dipungut biaya atau GRATIS.

“Provinsi jangan cuma mau marah saja, tapi kasi support, bantu antigen, bantu petuga kalau perlu berikan tambahan insentif bagi petugas,” pungkasnya. (Coe)