Keluarga Mendiang Wabup Sintang Gelar Misa Arwah, Ini Pesan Romo Agustinus

oleh -357 views

SINTANG | SintangPost.com –Pastor Paroki Maria Ratu Alam Semesta, Romo Agustinus Xaverius Bahang, Pr memimpin langsung Misa Arwah yang digelar oleh Keluarga Mendiang Wakil Bupati Sintang di tempat jenazah disemayamkan yaitu di rumah pribadi yang terletak di Mungguk Serantung, Minggu (19/09/2021).

Pada Misa yang dimulai pada pukul 19.00 WIB, Romo Agustinus menyampaikan kematian bisasaja terjadi pada siapapun dan dimanapun. Tuhan telah mempersiapkan tempat kehidupan baru di sisiNya sehingga yang ditinggalkan pun sebaiknya mengikhlaskan.

“Hidup tentu kita perjuangnkan tapi kematian tidak bisa ditahan oleh siapapun. Siapapun akan sedih jika menghadapi kehialangan, namun berpeganglah pada firman Tuhan, yang telah menjamin tempat yang damai di surge. Maka, marilah kita mendoakan yang baik, jika Mendiang ada salah, ampunilah, karena mengampuni merupakan simbol cinta,” ucapnya.

Assiten Perekonomian dan Pembangunan, Yustinus J menyampaikan hingga hari Sabtu lalu (18/09/2021) Bapak Yosef Sudiyanto masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sintang dan juga Plh Bupati Sintang sehingga akan dilakukan prosesi pemakaman resmi pemerintahan.

“Beliau adalah pejabat negara sehingga nantinya ada acara resmi pemerintahan, yaitu penyerahan jenazah kepada Pemerintah Kabupaten Sintang yang selanjutnya dilanjutkan dengan prosesi pemakaman yang telah diatur secara resmi,” tuturnya.

Welbertus, Ketua Dewan Pastoral Paroki Maria Ratu Semesta Alam menyampaikan Senin besok, 20 September 2021, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju Gereja Katolik Maria Ratu Semesta Alam pada pukul 08.30 WIB. Kemudian, usai Misa Requiem, jenazah akan dibawa ke Langkau Kita Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang, singgah sebentar. Usai itu, akan dibawa ke Halaman Kantor Bupati Sintang untuk diadakan upacara penyerahan jenazah dari keluarga kepada Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Bagi umat Katolik yang akan mengikuti Misa Requiem besok, langsung ke gereja saja. Jangan ke rumah duka lagi. Yang berangkat dari rumah duka, hanya keluarga inti dan petugas saja. Usai misa, umat yang ingin mengikuti prosesi pemakaman, dari gereja bisa langsung ke Menyurai saja” pesan Welbertus. (Rilis Prokopim Sintang/Coe)