Antisipasi Virus ASF, Dukung Peternakan Babi Skala Besar di Sintang

oleh -617 views
Anggota Komisi IV DRP RI, memberikan bantuan kepada peternak babi di Sintang. (Humas Pemkab Sintang)

SINTANG | SintangPost.com – Populasi di Kalimantan Barat mendekati angka 500 ribu ekor dan nomor lima terbesar jumlah populasi babi secara nasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif ketika menghadiri sosialisasi Pencegahan Wabah Virus ASF yang digelar di Balai Praja, Kamis (21/10/2021).

“Di Sumatera Utara jumlah babi merosot tajam akibat adanya virus ASF. Untuk itu, saya harap masyarakat Kalimantan Barat khususnya peternak babi agar membangun kesiapsiagaan agar virus ASF ini dapat diminimalisir penularannya,” ujarnya.

Muhammad Munsif mengungkapkan munculnya virus ASF di Kalimantan Barat ini dari daerah Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di kawasan Taman Nasional Betung Kerihung yang diduga penyebarannya lewat air sungai.

“Hingga hari ini, dalam rentang satu bulan satu hari sejak wabah muncul sudah ada 462 ekor kematian babi tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu dan di Sintang sudah ada yang terdeteksi yaitu di Desa Merti Guna,” katanya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Nasrullah menyampaikan virus ASF sudah ada sejak 50 tahun yang lalu dan hanya menyerang babi saja. Hingga saat ini, vaksin dan obatnya masih belum ditemukan.

“Pemerintah sudah menemukan serum yang berfungsi untuk membuat kekebalan bagi ternak yang sehat. Ini adalah yang pertama dan bahkan satu-satunya di dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Yessy Melania yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut berharap semua pihak terkait dapat bekerjasama menanggulangi wabah virus ASF agar Kalbar bisa mempertahankan lima besar populasi babi secara nasional.

“Hampir semua aktivitas budaya dan adat suku Dayak memerlukan babi. Tak hanya itu, babi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Coe)