Ini Jurus Menteri PUPR atasi Banjir di Sintang

oleh -240 views
Menteri PUPR didamping Ketua Komisi V DPR RI Lasarus saat meninjau banjir di Sintang

SINTANG I SintangPost.com – Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia di dampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, menyusuri beberapa titik lokasi yang masih terendam banjir di Kabupaten Sintang, Kamis (18/11/2021).

Rombongan meninjau kondisi banjir di Pasar Sungai Durian, menyusuri Sungai Kapuas dan Sungai Melawi sekaligus memberikan bantuan kepada warga di Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang.

Basuki Hadimoeljono mengatakan, Prediksi dari BMKG akan terjadi banjir jauh lebih besar lagi, sehingga perlu rekayasa pengendalian banjir jangka pendek dengan geobag.

“kita akan membangun geobag, soal berapa panjang nanti kita ukur lagi oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan Barat. Geobag ini akan mengalirkan air, tetapi tidak mengalirkan sendimen. Ini hanya salah satu cara mengatasi saja”. ujarnya.

Menteri PUPR ini juga menyebutkan akan melaporkan kejadian banjir di Kabupaten Sintang ini secara teknis kepada Presiden Joko Widodo.

“soal jangka panjangnya masih kita pikirkan lagi. Saya ke sini atas perintah Bapak Presiden RI. Nanti hasil kunjungan akan saya laporkan ke beliau. dan selanjutnya akan dibahas secara teknis. kalau non-teknis sudah dilakukan oleh Mensos dan Ketua Komisi V DPR RI”. ucap Basoeki.

Lanjut Basoeki, kemiringan Sungai Kapuas dari 1.100 kilometer itu hanya beda 40 kilometer dari hulu ke hilir, jadi sangat landai sehingga berkelok-kelok.

Sedangkan sungai Melawi lebih curam, lebih cepat menahan sungai Kapuas, makanya ke hilir nya ini mudah terjadi banjir.

“warna air Sungai Melawi coklat dan warna air Sungai Kapuas lebih jernih, artinya di Sungai Melawi bagian hulu nya lebih rusak dari Sungai Kapuas, rusak bukan karena apa-apa, bisa macam-macam, bisa karena longsor atau juga penambangan dan pembukaan hutan. Kata Basoeki.

Soal badan jalan, Basoeki juga mengatakan, sudah ada program untuk memperbaiki jalan-jalan utama seperti Lintas Melawi.

“usai banjir, akan langsung diperbaiki. Tidak perlu di tinggikan, diperbaiki saja, kalau ditinggikan, harus melakukan pemindahan rumah warga, karena posisi rumah akan berada dibawah jalan raya” terang Basoeki.

Terpisah Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, untuk mengatasi banjir butuh sinergitas pemerintah daerah.

“Tidak bisa hanya diserahkan kepada Kementerian PUPR, tetapi juga bersinergi dengan pemerintah daerah. Ada beberapa hal yang menjadi kewenangan pemerintah daerah juga,” tuturnya.

Lasarus mengilustrasikan banjir bak penyakit yang membutuhkan obat untuk disembuhkan.

“Ibarat penyakit, kita tidak hanya menyembuhkan penyakitnya, tetapi juga mencari penyebab sakitnya. Harus kita sentuh, kalau tidak disentuh, akhirnya seperti salah makan obat nanti. Saya rasa kerjasama pusat dan daerah harus dilakukan untuk program jangka panjang,” pungkasnya. (Ktx)