Generasi Muda Harus Paham Sejarah
SINTANG | SintangPost.com - Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Mainar Puspa Sari memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dam Kebudayaan Kabupaten Sintang yang telah menggelar Kajian Koleksi Benda Museum "Tempayan" Masyarakat Dayak Subsuku UUD Danum Kecamatan Serawai Ambalau Sintang di Rumah Betang Kobus, Kamis (12/05/2022).
"Tempayan ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi Kabupaten Sintang khususnya bagi masyarakat Dayak," katanya.
Dia menyampaikan adanya pembahasan benda budaya ini ini juga sebagai proses dari pemaknaan hidup terlebih lagi saat ini krisis identitas mulai merajalela sebagai dampak globalisasi dan modernisasi.
"Masyarakat khususnya generasi muda harus tahu dengan benda budaya dan bersejarah untuk memperkuat identitas daerah," ujarnya.
Untuk itu Mainar berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang dan instansi lainnya dengan gaung yang lebih baik.
"Mari terus mengenal budaya jangan sampai hal ini tergerus oleh zaman," singkatnya.
Terpisah Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kabupaten Sintang, Susana Raguniaty mengatakan bahwa Seminar Kajian "Tempayan" ini dilakukan di Kabupaten Sintang khususnya di daerah Serawai-Ambalau.
"Seminar ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi koleksi dan juga bagian dari studi kebudayaan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar sekolah khususnya dalam pembelajaran seni budaya dan bahan penelitian lainnya," katanya.
Tokoh Masyarakat Adat Dayak, FX Murniyanto mengaku bangga atas upaya dan karya dari penulis yang telah menggali benda-benda budaya dan bersejarah yang ada di Bumi Senentang.
"Saya pribadi ucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan waktu dan tempat kepada generasi muda untuk menggali benda-benda bersejarah terlebih lagi yang berkaitan dengan adat Dayak," ucapnya.
Murniyanto mengajak seluruh generasi muda untuk membangkitkan kembali semangat mengenal budaya dan adat istiadat bangsa khususnya di Kabupaten Sintang sehingga kembali lestari dan dikenal baik oleh dunia.
"Orang dari negara luar, cari tahu tentang adat kita bisa dapat gelar doktor, kenapa orang kita tidak bisa? Ayo semangat untuk gali itu," tuturnya.
Temenggung Adat Dayak Kabupaten Sintang, Andreas Mikael Calon mengatakan bahwa pembahasan benda museum "Tempayan" ini adalah upaya untuk menjaga identitas daerah sehingga diketahui dan dilestarikan oleh generasi muda.
"Meskipun secara umum, ini tentu sangat membantu bagi siapapun untuk melanjutkan kembali pembahasan tempayan dengan lebih spesifik," ucapnya.
Pengkaji pada seminar Benda Museum, Marselina Evy mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya dalam mengkaji "Tempayan". Ia mengatakan bahwa proses pembuatan kajian ini telah memperkaya pengetahuannya tentang masyarakat Sintang secara khusus masyarakat Uud Danum di Serawai-Ambalau.
"Ini kali kedua saya mengkaji benda budaya di sana, sebelumnya tentang Takui Darok. Semakin kesini, rasa semakin suka ya sama budaya. Saya harap rasa cinta itu menular pada kaum muda di Sintang," pungkasnya.









Komentar