May Day dan Seruan Stop Kriminalisasi Petani

Heri Jamri

SINTANG | SintangPost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang meminta kepada perusahan – perusahaan yang berinvestasi di Bumi Senentang untuk memperhatikan hak-hak pekerja termasuk petani. Mengingat di Kabupaten Sintang banyak perusahaan yang membidangi perkebunan sawit maupun karet berinvestasi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Heri Jamri mengungkapkan saat ini, masyarakat khususnya petani atau pekerja di perusahaan beranggapan bahwa aparat adalah bagian perusahaan. Hal itu dikarenakan, setiap ada permasalahan, pihak perusahaan lebih cenderung berkomunikasi dengan aparat hukum terlebih dahulu dibanding mendengar keinginan dari pekerja itu sendiri. Beberapa masalah masyarakat dengan perusahaan, terkadang pihak aparat tegas untuk menindak hukum tapi jika perusahaan melakukan ‘kejahatan’ pihak aparat banyak diam bahkan terkadang membela.

“Ini yang harusnya tidak dilakukan, aparat hukum sebaiknya bersikap netral dan bisa mengambil keputusan dengan bijak,” katanya kepada SintangPost.com usai menemui langsung perwakilan buruh di Sintang, Sabtu (14/05/2022).

Heri Jamri juga mengapresiasi aksi damai yang dilakukan oleh perwakilan buruh di Kabupaten Sintang yang menyampaikan banyak aspirasi baik dari isu lokal maupun nasional yang tentunya bertujuan baik untuk kehidupan buruh di Bumi Senentang ini.

“Aspirasi tentu kita tamping dan nantinya akan kita sampaikan kepada pihak terkait untuk mendapat tindakan yang lebih lanjut,” tuturnya.

Ketua Komite Eksekutif Partai Buruh Sintang, Zulkanain Jais mengungkapkan ada 21 poin penting yang disampaikan pada aksi damai dalam rangka memperingati May Day (Hari Buruh) yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia salah satunya adalah Stop Kriminalisai Petani.

“Kita ingin tak adalah kriminalisasi dengan petani. Jika ada masalah, selesaikan dengan baik. Pada dasarnya, mungkin saja ada hak-hal petani yang belum diberikan oleh perusahaan,” ucapnya.

Zulkarnain Jais juga mengatakan bahwa pihaknya juga menyampaikan beberapa aspirasi dari isu lokal maupun nasional yaitu tolak upah murah dan turunkan harga sembako.

“Kita disambut baik dan tentunya kita berharap aspirasi tersebut tidak saja disambut begitu saja namun di bahas dan ditemukan solusinya demi kesejahteraan buruh,” pungkasnya.