Askiman Minta Pendamping PKH Bekerja dengan Hati

Wakil Bupati Sintang Askiman berfoto bersama para pendamping Program Keluarga harapan (PKH) di Balai Pegodai Komplek Rumah Jawatan Wakil Bupati Sintang, Selasa (5/9) kemarin.

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Bupati Sintang Askiman mengingatkan para pendamping yang tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja dengan hati serta berusaha menyadarkan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan mengedukasi para peserta hingga pola pikir masyarakat berubah.

Hal tersebut dikatakan Askiman saat membuka Rakor rapat koordinasi program Keluarga Harapan (PKH) oleh Dinas Sosial Kabupaten Sintang di Balai Pegodai Komplek rumah Jawatan Wakil Bupati Sintang, Selasa (5/09/).

Menurut Askiman para pendamping hendaknya bisa memberikan edukasi serta berusaha untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui proses perubahan mindset dan meningkatkan pengetahuan masyarakat yang berkaitan dengan bidang keterampilan masyarakat.

"Lakukan monitoring pada para PKM. Duit ini tidak menjadikan rakyat penerima menjadi kaya, uang ini hanya pemancing untuk mengubah cara perilaku kita sehingga bisa mengubah keadaan sosial masyarakat kita.

Askimab berjanji berikan penghargaan bagi pendamping terbaik pada tahun 2018 mendatang. Askiman mengharapkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tugas masing-masing pendamping per kecamatan.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Sintang, Alfonsius Sudin menyampaikan bahwa para pendamping dan koordinator PKH berlatar belakang pendidikan strata satu dengan status tenaga kontrak.
Kadis juga mengingatkan bahwa dalam melaksanakan pendampingan perlu memperhatikan sistem pendataan warga, pkm sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan data serupa di instansi terkait.

“Saat ini, kuota Kabupaten Sintang ada 9.402 PKM. Ada 35 oarang pendamping, Ambalau 3 orang, Binjai Hulu 1 orang, Dedai 1 orang, Kayan Hilir 3 orang, Kelam Permai 1 orang, Ketungau Hilir 2 orang, Ketungau Hulu 3 orang, Kayan Hulu 4 orang, Ketungau Tengah 4 orang, Sepauk 4 orang, Serawai 3 orang, Sintang 3 orang, Sungai Tebelian 2 orang dan Tempunak 1 orang,“katanya.

Menurutnya untuk kabupaten Sintang ada dana sejumlah 7 M akan disalurkan secara non tunai oleh bank mandiri sebagai lembaga bayar.

“Sejak dilaunching di Merarai Satu, bulan lalu sudah 9 kecamatan yang dibagi. Namun belum 100 persen KPM yang menerima. 5 kecamatan yang belum menerima, Ketungau Tengah, Ketungau Hulu, Kayan Hulu, Serawai dan Ambalau,”tukasnya (okt)