1. Daerah

Bupati Dukung Pengalihan Pengelolaan Akper Sintang ke Kemenkes RI

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno menyambut kedatangan Tim BPSDM Kemenkes yang akan melakukan visitasi, di Ruang VIP Bandara Susilo Sintang, Senin (12/3).

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan pertemuan tersebut mengenai penyerahan aset oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai lanjutan dari rencana alih kelola Akademi Keperawatan Pemprov Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang kepada Politeknik Kesehatan Pontianak Kementrian Kesehatan RI.

“Saya menyambut baik adanya visitasi ini. Sintang merupakan daerah perbatasan yang menjadi pusat pembangunan di wilayah timur Kalimantan Barat. Jadi, kiranya kita setujui alih kelola tersebut,” ujarnya.

Bupati Sintang mengatakan bahwa dirinya sudah meminta Gubernur Kalimantan Barat untuk menyurati Poltekkes terkait pengalihan Akper Sintang dari Poltekkes Pontianak dialih kelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Sesuai perundang-undangan terbaru, Pemprov dan Pemkab tak lagi boleh mengelola Perguruan Tinggi Negeri. Kita sudah meminta kepada Gubernur untuk menyurati Poltekkes Pontianak terkait hal ini,” ucapnya.

Kepala Bagian Hukum Organisasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDM-Kes) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Setiadi Nugroho mengungkapkan bahwa kedatangan Kepala BPPSDM – Kes Kementrian Kesehatan RI ke Sintang untuk visitasi adanya rencana pengalihan Akper Provinsi Kalbar di Sintang untuk dialih kelolakan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenkes RI.

“Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Sintang menginginkan Akper itu tetap ada di Sintang sehingga ini merupakan lembaga Perguruan Tinggi untuk keperawatan yang berada di wilayah perbatasan, dan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di Sintang. Kita juga berharap agar ini dapat dipertahankan dan kedepannya bisa dikembangkan,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap membenarkan harapan Akademi Keperawatan yang bertempat di Sintang tidak dipindahkan. Mengingat, ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di Kabupaten Sintang.

“Kalau tidak ada perguruan tinggi negeri untuk Akademi Keperawatan di Kabupaten Sintang masyarakat akan sulit untuk berkuliah. Tentu menjadi kasihan untuk masyarakat kita nantinya, terutama khusus masyarakat di wilayah timur Kalimantan Barat, kalau mau sekolah keperawatan jauh-jauh ke Pontianak, makanya Pemerintah Provinsi tetap berkeinginan Akper ini tetap ada di Kabupaten Sintang”, tukasnya. (okt)

Berita Lainnya