Bupati Jarot Resmikan Pasar Raya Sintang

Bupati Sintang Saat Meresmikan Pasar Raya Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya Pasar Raya Sintang diresmikan penggunaannya. Pasar yang dibangun dua lantai ini diresmikan langsung oleh Bupati Sintang Jarot Winarno ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, Selasa (16/5).

Bupati Jarot dalam sambutannya meminta seluruh fasilitas dan infrastruktur pasar dapat dijaga oleh seluruh masyarakat Sintang baik pedagang maupun pembeli sebagai penggunanya.

“Fasilitas harus digunakan dengan baik. Selalu dijaga agar berjalan tertib, tetap aman, dan indah. Soal rezeki, insya Allah lebih banyak di dalam daripada di luar (pasar). Asal yakin dan tetap berdoa serta terus berusaha,” ujar Jarot.

Di halaman parkir yang menjadi lokasi peresmian, bupati mengimbau agar para pedagang yang belum mendapatkan lapak atau kios di bangunan pasar yang baru untuk bersabar. Sebab Pemkab Sintang melalui instansi terkait akan mencarikan solusi terbaik agar pedagang tetap dapat berjualan.

Di hadapanpara pejabat yang hadir saat itu, bupati meminta masyarakat, khususnya para pedagang agar pandai mensyukuri apa yang sudah dimiliki yakni lapak dan kios di Pasar Raya Sintang.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa fungsi pasar sebagai wadah penjualan produk kebutuhan pokok yang dihasilkan oleh pelaku ekonomi, dapat menyerap tenaga kerja sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran di Sintang,”jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah H.Sudirman mengatakan pembangunan pasar raya ini memiliki 267 kios, dengan 32 jenis usaha, seperti “toko emas, kuliner, warung kopi, toko pakaian, salon, toko sepatu, dan sol sepatu.

Sudirman menjelaskan pembangunan pasar raya sintang dimulai pada tahun 2013 pasca musibah kebakaran, dengan menghabiskan anggaran sekitar 23,5 milyar yang dialokasikan dengan tiga tahap,

“untuk tahap pertama pada tahun 2014 yaitu pembangunan fisik dengan menelan biaya 11 milyar, kemudian tahap kedua pada tahun 2015 yaitu pembangunan berkelanjutan dengan biaya 11,48 milyar, dan tahap ketiga yaitu tahap penyelesaian pada tahun 2016 dengan dana 1,6 milyar, semua itu demi menggunakan dana APBD melalui Dana Alokasi Khusus Kabupaten Sintang,”tutup Sudirman.(dky)