Dampak Covid-19 di Perbatasan, Askiman : Segera Lakukan Pemantauan
SINTANG | SintangPost.com – Upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak di berbagai lini kehidupan masyarakat tak terkecuali bagi masyarakat yang ada di daerah perbatasan.
Wakil Bupati Sintang, Askiman menyampaikan adanya pandemi Covid-19 ini berdampak bagi masyarakat di daerah perbatasan terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung dengan negara tetangga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Penetapan status KLB yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai bentuk keseriusan dalam pengananan dan antisipasi Covid-19 termasuk dengan menghentikan arus masuk barang dan orang dari atau akan ke negara tetangga,” katanya saat memipin Rakor Tim Pemantauan Daerah Perbatasan Kabupaten Sintang yang digelar di Balai Pegodai, Selasa (31/03/2020).
Dengan kondisi demikian, Askiman berharap ada keringanan yang diberikan oleh Credit Union mengingat kondisi perekonomian masyarakat terkait pandemi Covid-19 ini cukup lemah.
“Tentunya kita berharap Credit Union yang ada bisa membantu meringankan salah satunya mempertimbangkan penagihan pinjaman mengingat ekonomi masyarakat saat ini anjlok,” katanya.
Askiman juga meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang untuk segera melakukan pemantauan ke daerah perbatasan mengingat banyaknya warga masyarakat yang akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dengan dihentikan aktivitas keluar masuk barang dan orang dari atau ke negara tetangga.
“Masyarakat perbatasan sangat bergantung pada negara tetangga, kebijakan yang diambil dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 tentu berdampak bagi kehidupan mereka. Maka, segera datang, lihat dan segera ambil tindakan apa yang harus dilakukan. Dengan begitu, masyarakat tidak merasa ditinggalkan begitu saja,” tuturnya.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan pemantauan dan melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban yang dirasakan oleh masyarakat di daerah perbatasan.
“Tentunya kita tidak bisa bergerak sendiri maka tim pemantauan ini kita agar semua bergerak dan bersama mencari langkah apa yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat di daerah perbatasan,” katanya.
Sementara itu, Dandim 1205 Sintang, Letkol Infanteri Eko Bintara Saktiawan mengatakan akan mendukung rencana kegiatan dari Pemerintah Kabupaten Sintang termasuk mengenai droping barang di daerah perbatasan.
“Saat ini, jalur resmi dan tidak resmi sudah ditutup dan anggota juga melakukan pengawasan. Hanya untuk Entikong saja yang masih buka karena adanya pemulangan Tenaga Kerja Indonesia,” pungkasnya. (Coe)









Komentar