Gereja GKE Petra Sintang Bangun Gereja Representatif

Bupati Jarot Saat Menyampaikan Sambutan Pada Penancapan Tiang Pertama GKE Petra Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Keberadaan bangunan Gereja GKE Petra Sintang saat ini kondisinya sudah tidak layak. Terletak di Jalan PKP Mujahidin, sehingga disepakati akan dibangun gereja baru di lokasi yang representatif.

“Pembangunan gedung ini, rehap total dengan pertimbangan karena pondasi yang lama tidak mampu menahan bangunan yang baru. Saat ini, progres pembangunan berupa material sudah tersedia cukup. Tukang sudah ada. Alat dan sarana juga sudah lengkap termasuk mesin dan mess bagi para tukang,”kata ketua Pembangunan gereja, Abdul Syufriadi.

Menurutnya pengerjaan gedung gereja ini secara swa kelola, bahkan para perancang bangunan pun dari jemaat gereja beberapa hal. “modal yang digunakan sebagian bersumber dari dana hibah 5 M dari dana APBD. Pelaksanaan pembangunan ini dikoordinasi oleh kelompok panitia.” Jelasnya.

Ketua Jemaat GKE Petra Pdt. Libertus Aki Apo menyampaikan penancapan tiang pertama ini berarti bahwa gedung ini tidak memadai lagi untuk ibadah minggu, hal ini karena tingginya gairah umat untuk beribadah. Faktor lain, karena meningkatnya masyarakat urban.

“GKE ini besar populasinya di Tebidah banyak orang Tebidahnya sekarang tinggal di Sintang. Keberadaan gedung gereja yang berada di jalan protokol kabupaten sehingga orang-orang baru yang belum tahu situasi Sintang sering kali hadir di ibadah GKE yang gedung gerejanya mudah ditemukan,”jelasnya.

Ketua perwakilan majelis sinode regional II Kalbar, Terry Ibrahim. “saya sangat bangga dengan para pemimpin Sintang ini, Bapak Bupati, Bapak Ketua DPRD yang begitu kuat dalam membantu komunitas keagamaan terutama dalam membangun rumah ibadah.

Pada kesempatan ini Terry Ibarahim yang juga sekaligus Wakil DPRD mengingatkan mengenai penanganan keuangan pembangunan. “perlu di perhatikan dengan seksama oleh panitia karena ini dana hibah, pelaporan keuangannya harus sangat hati-hati,” katanya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan pembangunan gereja ini sangat penting. Hal ini mengacu pada visi pemerintahan untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang religius. hal tersebut dapat dicapai dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah gedung ibadah.

“Dalam perjalanan kami, dari Nanga Kelapan sampai ke Nalai semua masyarakat mengeluhkan rumah ibadah yang belum ada atau belum selesai di bangun,”ungkap Bupati.

Bupati Sintang menyampaikan juga bahwa gereja GKE ini berada di kawasan strategis kota Sintang. “gereja ini tentunya akan icon sintang juga, berhadapan dengan ini sedang dibangun kantor Bank kalabr yang sangat megah, di ujung jalan ada area terbuka hijua taman tugu bi dan taman entuyut sebagai ruang aktivitas bersama masyarakat,” pungkasnya.(okt)