Jarot Minta Kepala Desa Harus Transparan Kelola Dana Desa

Bupati Jarot Memberikan Arahan Kepada Seluruh Kepala desa yang ada di Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno dengan tegas meminta kepada kepala desa dapat lebih ketat mengawasi penggunaan Dana Desa (DD) di 391 desa yang tersebar di Kabupaten Sintang.

Hal tersebut dikatakan bupati Jarot pada acara sosialisasi pengelolaan dana desa dengan tema ‘mengawal dan mengamankan dana desa tahun anggaran 2017 di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (24/08).

Jarot berharap, dengan keberadaan dana desa dan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 900 juta hingga Rp 1,1 miliar yang diterima setiap desa, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.

”Adanya DD dan ADD itu bertujuan untuk membangun desa. Untuk itu, keberadaannya harus membawa dampak positif, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur desa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut pula Jarot mengingatkan setiap kepala desa (kades) dan perangkatnya, agar bekerja sungguh-sungguh. Dalam pengelolaan ADD dan DD harus bertanggung jawab untuk kepentingan masyarakat desa, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

”Harus bekerja sungguh-sungguh dalam pengelolaan keuangan ADD dan DD tersebut. Jika salah dalam penggunaannya, akan berurusan dengan hukum,” katanya.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kabuapten Sintang, Herkolanus Roni, menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan bagian dari Nawacita yang telah dicanangkan oleh Presiden RI. Desa sebagai instrumen dalam melaksanakan regulasi tersebut. Persoalan yang kemudian muncul adalah kurangnya pemahaman perangkat apartur desa dalam melaksanakan regulasi tersebut.

“Kurangnya pemahaman tersebut menyebabkan kondisi yang rentan, misalnya rentan mengalami penyalahgunaan anggaran dana,” kata Roni. “hal tersebutlah yang ingin kita atasi dengan memberikan pengetahuan para pelaksana dalam hal aparatur desa,” tukasnya (okt)