Jarot Minta Transfer Dana ke Desa Tepat Sasaran

Sosialisasi Transfer Dana Desa di Gedung Pancasila Sintang di Buka Bupati Sintang, Jarot Winarno, Senin kemarin

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno membuka sosialisasi kebijakan transfer ke daerah dan dana desa serta mekanisme penyerapan transfer ke daerah dan dana desa di kabupaten Sintang tahun 2017.

Kegiatan yang dihadiri oleh hampir seluruh kades se kabupaten Sintang tersebut di hadiri Direktur Dana Pembangunan Direktorat Jendral Pajak Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan RI, Anggota DPR RI komisi XI, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila Sintang, Senin (14/8/) kemarin.

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan pengelolaan keuangan daerah khususnya terkait dengan dana transfer daerah dan dana desa terus menjadi perhatian pemerintah pusat, karena akan sangat mempengaruhi kondisi ekonomi makro dan akselserasi pembangunan di daerah-daerah.

“Selain belanja yang tepat sasaran, fokus perhatian pemerintah pusat juga menyangkut percepatan realisasi penyerapan anggaran daerah yang sesuai dengan rencana, sehingga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat,”ungkap Jarot.
Oleh karenanya, dalam pengelolan dana transfer daerah dan dana desa, selalu muncul isu-isu yang patut kita cermati, seperti bisakah aparat pemerintah daerah dan desa mengelola dan pertanggungjawabkan secara baik penggunaan dana transfer daerah.

“Kabupaten Sintang memiliki jumlah APBD sekitar 1,7 triliun, yang sekitar 90 persennya berasal dari dana tranfer daerah. Adapun dana desa yang ada di kabupaten Sintang sekitar 40 milyar yang tersebar di 391 desa.

“Saya sangat berharap agar semua dana yang ada di kabupaten sintang tahun 2017 ini, dapat dikelola secara tertib, lancar, profesional, transfaran dan akuntabel, karena hal ini terkait dengan visi pembangunan daerah kita yang hendak mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan bersih,”jelas Jarot.

Oleh sebab itu, Jarot meminta aspek pemahaman dan keterampilan tentang pengelolaan dana tersebut dari seluruh aparat ASN dan Kepala Desa beserta perangkat desa menjadi sangat dibutuhkan dan di perlukan kapasitas yang cukup memadai sehingga pengelolaan dana daerah dan desa dapat dilakukan sesuai harapan kita bersama.

“Adanya kegiatan sosialisasi tentang kebijakan transfer ke daerah dan dana desa serta mekanisme penyerapan transfer ke daerah dan dana desa, dilakukan karena berangkat dari semangat untuk mengawal pengeloalan dana daerah dan dana desa yang baik dan benar di kabupaten sintang tahun 2017 ini,” imbuh Jarot.

Direktur Dana Pembangunan Direktorat Jendral Pajak Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan RI Putut Hari Satyaka mengatakan penyempurnaan pengalokasian dana desa yakni dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek jumlah penduduk miskin dan tingkat kesulitan geografis dalam pembagian Dana Desa yakni dengan mempertimbangkan pemerataan dan keadilan Sehingga meningkatkan Infrastruktur yang meningkatkan kwalitas dan kwantitas

“Dan yang selanjutnya harus memberikanafirmasikepadadesatertinggaldansangattertinggal, serta desa di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan, sehingga Dana Desa perkapita untuk daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan lebih besar disbanding daerah lainnya,”jelas Putut.

Putut juga menambahkan bahwa porsi lokasi Dana Desa di prioritaskan untuk desa tertinggal dan desa sangat tertinggal lebih tinggi disbanding desa lainnya, dan guna meningkatkan kualitas penyaluran berdasarkan kinerja pelaksanaan.

Yaitu kinerja penyerapan dan adan capaian output, mempertajam prioritas penggunaan Dana Desa sesuai potensi dan kebutuhan desa guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan dalam penyediaan infrastruktur dasar,”tambah Putut.

Anggota DPR RI komisi XI H. Sukiman meminta khususnya kepada para camat dan para kepala desa dalam pengelolaan dana desa harus benar benar transfaran sehingga dalam pemanfaatannya benar benar tepat sasaran.

“Menggingat dana desa bukan punya kepala desa akan tetapi punya masyarakat desa yang ada di desa tersebut, untuk kabupaten Sintang masih dapat dana angaran tambahan karena daya serap dan tata kelola keuangan kabupaten sintang lebih baik,”tutur Sukiman. (hms)