Jarot Resmikan Gereja St. Martinus Kelam

Peresmian Gereja St Martinus Kelam Oleh Bupati

SINTANG| Sintangpost.com – Kehadiran Gereja St. Martinus Kelam, di Kecamatan Kelam diharapkan dapat menjadi salah satu ikon Kabupaten Sintang yang dapat dibanggakan pada Festival Bukit Kelam pada bulan Agustus mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno ketika ditemui usai peresmian Gereja St. Martinus, Sabtu (27/1).

“Gereja ini sangat selaras dan harmonis dengan lingkungan sekitar. Untuk itu, besar harapan saya Gereja ini dapat menjadi salah satu ikon pada Festival Bukit Kelam mendatang. Terlbesih lagi, latar belakang yang cukup baik sehingga masyarakat bisa menikmati keindahannya bersama dengan Bukit Kelam,” ujarnya.

Jarot juga mengaku kagum pada karena bangku Gereja tersebut keseluruhannya menggunakan kayu belian. Ia juga berharap, masyarakat khususnya umat Gereja tersebut dapat menghiasi Gereja dengan sebaik dan seindah mungkin.

Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap mengungkapkan bahwa rasa syukur umat hendaknya terwujud dalam setiap tindakan kebersamaan masyarakat. Peresmian ini menyiratkan bahwa masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan gedung gereja ini.

“Peresmian ini menjadi bukti kebersamaan dalam keberagaman kita. Kita mensyukuri apa yang Tuhan berikan untuk kita melalui banyak orang,” ucapnya.

Ketua panitia, Ensawing mengungkapkan alasan pendirian gedung gereja yang baru dikarenakan Gereja tersebut sudah tak mampu lagi menampung keberadaan umat saat ibadah.

Sanda, selaku ketua pembangunan gedung gereja, Gedung pembangunannya dimulai pada 5 april 2015. Fisik bangunan selesai pada Januari 2016. Selanjutnya proses finishing dan pengisian fasilitas di dalam gereja.

Pastor paroki, Pst. Salesius, PR menjelaskan bahwa proses perencanaan gereja memerlukan waktu lebih dari 5 tahun lalu mulai di bangun dan hingga selesai menghabiskan waktu 3 tahun. Bangku di dalam gereja seluruhnya terbuat dari kayu tebelian.

“Pengadaan tersebut atas bantuan, kabupaten melawi atas ijin untuk melintas saat proses pengangkutan dari Serawai-Ambalau,” kata Pst. Sales. “Kayu tebelian yang digunakan juga tidak menebang kayu hidup, tetapi memotong kayu yang sudah berpuluhan tahun mati,” tambahnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPR Komisi V, Lasarus beserta Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Kebing dan Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward beserta wakil ketua dan sejumlah anggota DPRD Sintang. hadir pula, Bupati Melawi, Panji dan Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa. Tampak pula Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah bersama dengan sejumlah jajaran OPD di Lingkungan Kabupaten Sintang.(Hms/yul)