Jarot : SMA Bukan Wewenang Kabupaten

SINTANG | SintangPost.com - Surat Edaran Bupati Sintang mengenai perpanjangan libur bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP kembali memberikan pertanyaan bagi siswa SMA/SMK yang ada di Kabupaten Sintang.

"Untuk SMA bukan wewenang Kabupaten tapi sudah menjadi wewenang Provinsi, intinya kami tetap koordinasi dengan menyampaikan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kabupaten Sintang sebagi bahan untuk mengambil kebijakan," ujarnya, Selasa (10/9/2019).

Bupati Sintang menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan kesehatan peserta didik yang ada di Kabupaten Sintang sehingga pihaknya terus melakukan koordinasi mengenai ISPU yang sudah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang yang indeksnya mencapai 283 condong pada kategori berbahaya.

"Saat ini kualitas udara kita pada kategori Sangat Tidak Sehat namun condong ke kategori berbahaya, inilah yang menjadi pertimbangan kami untuk meliburkan siswa PAUD, TK, SD, dan SMP. Namun untuk SMA kami tak bisa ambil keputusan karena itu wewenang Provinsi," tegasnya.

Mengenai permasalahan kebakaran hutan dan lahan, Jarot menyatakan bahwa pihaknya akan meminta bantuan kepada Provinsi agar turut memadamkan api yang ada di dua titik api yang cukup besar yaitu Penjernang dan Nobal.

"Sudah tiga hari ini belum bisa diatasi maka kita akan segera minta bantuan dengan pihak provinsi sehingga bisa membantu dengan waterbooming agar api dapat segera padam," pungkasnya.

Dalam Surat Edaran Bupati Sintang yang diterbitkan hari ini, dijelaskan bahwa siswa PAUD, TK, SD, dan SMP kembali diliburkan hingga dua hari mendatang 11-12 September karena ISPU menunjukkan indeks 283 yang artinya dalam kategori Sangat Tidak Sehat. (Coe)