Kabupaten Sintang Masuk Prioritas di Aksi Lingkar Temu Kabupaten Lestari

Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri Aksi Lingkar Temu Kabupaten Lestari di komplek bupati, Jumat (13/10)

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Winarno menghadiri Rencana Aksi Lingkar Temu Kabupaten Lestari Di Kabupaten Sintang Bersama Jejaring Mitra di balai ruai komplek Pendopo Bupati Sintang, Jumat (13/10).

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan Rencana Aksi Lingkar Temu Kabupaten Lestari ini berkaitan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Perpres Nomor 59 tahun 2017 tentang pembangunan berkelanjutan.

"Dalam Perpres itu memberi target-target bahwa pemerintah pusat harus membuat rencana aksi nasional pembangunan berkelanjutan itu dalam jangka waktu satu tahun," katanya kepada Tribun Pontianak.

Sedangkan di daerah yakni di tingkat provinsi juga harus membuat rencana aksi pembangunan berkelanjutan provinsi tersebut dalam jangka waktu satu tahun.

"Dalam Perpres itu tidak di sebut kabupaten, sehingga kita delapan kabupaten yang lebih konsen masalah pembangunan
yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan kita berinisiatif membikin aliansi namanya Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL)," katanya.

Adapun delapan kabupaten yang tergabung dalam LTKL yakni Sintang, Musi Banyuasin, Rokan Hulu, Siak, Batanghari, Labuan Batu Utara, Sanggau, dan Sigi. Jadi, pertemuan dilakukan bersama dengan mitra mitra, organisasi civil societies.

Khususnya untuk tujuan kegiatan ini memang untuk menyusun rencana aksi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang. Bahkan Jarot pada penyampaian menyebutkan ada empat penekanan.

"Pertama, pilihan kita terhadap energi hijau untuk ketenagalistirkan, yang kedua konservasi sumber air baku yakan kita maunya bukit Saran dengan bukit Sada yang kita tinjau kemarin di Kecamatan Serawai," kata Jarot.

"Jadi konservasi air baku supaya apa masyarakat Sintang ini nanti tidak lagi mengantungkan pada air sungai Kapuas yang kita tahu kadar merkurinya susah terkontrol,” tambahnya.

Kemudian yang ketiga yakni komoditas berkelanjutan melalui program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat atau p2 emas. Keempat yaitu pemberdayaan petani sawit swadaya atau mandiri.

“Jadikan petani sawit mandiri ini satu orang yang nanam sawit sendirian yaa dan juga petani plasma yang udah lepas kredit kan dia jadi mandiri. Selama memang ada ketimpangan pemeliharaan kebun inti dengan kebun plasma, maunya kita sama supaya lebih produktif,"pungkasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Veronica Ancili mengatakan rencana aksi lingkar temu kabupaten lestari di kabupaten sintang bersama jejaring mitra ini di laksanakan dari 13-14 oktober 2017

“Kita akan membuat atau menyusun rencana aksi dari kabupaten lestari baik dari visi dan misi rencana aksi bukan hanya dari pemerintah tetapi juga mitra maupun stakeholder sehingga dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dapat menyeimbangkan dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan,”ujar Veronica.

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari Gita Syahrani mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif dari pada linkar temu kabupaten-kabupaten lestari, untuk merumuskan bagaiman kabupaten sintang melihat visi misi lestari ala kabupaten sintang.

“Yang penting adalah kabupaten harus berkomitmen bukan hanya sekedar dari visi misi tapi itu juga di turunkan kedalam dokumen perencanaan sampai ke level anggaran,”tukasnya. (slh)