Pelajar SMAN 3 Sintang Diberi Pemahaman Tentang Pajak

Kepala KPP Pratama Sintang, Subandono Rachmadi menjelaskan pentingnya pajak pada Kegiatan Pajak Bertutur di SMAN 3 Sintang.

SINTANG | Sintangpost.com- Ratusan pelajar di SMAN 3 Sintang mengikuti kegiatan Pajak Bertutur yang digelar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sintang, Jumat (11/8).

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sintang Subandono Rachmadi, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan edukasi kepada siswa, mahasiswa, dan guru agar memahami pentingnya sadar perpajakan di bumi senentang.

“Kegiatan Pajak Bertutur ini diselenggarakan serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan perkiraan jumlah peserta 110.000 siswa dan akan tercatat di MURI sebagai penyuluhan perpajakan dengan peserta terbanyak. Untuk wilayah kerja KPP Pratama Sintang, selain di SMAN 3, kegiatan serupa juga diadakan di SMAN 1 Sintang , SMA Panca Setya, SMPN 1 Sintang , SMPN 2 Sintang dan SDN 2 Sintang,” kata Subandono Racmadi dalam sambutannya.

Menurut Subandono kegiatan pajak bertutur bertujuan untuk memberikan awareness atau kepedulian bagi para pelajar untuk lebih memahami peran penting pajak dalam pembangunan serta kehidupan sehari-hari.

Terkait dengan dipilihnya para pelajar dalam penyuluhan ini, Subandono menjelaskan bahwa dalam kurun 10 hingga 20 tahun kedepan para pelajar ini akan bersentuhan dengan pajak. Sehingga dengan pemberian pemahaman tentang pajak sejak dini diharapkan mereka akan mengerti dan sadar serta dapat menerima ketentuan perpajakan.

“Apalagi penerimaan dari pajak digunakan untuk membiayai pembangunan dan 20 persennya digunakan untuk anggaran pendidikan seperti rehabilitasi ruang kelas, tunjangan profesi guru, tunjangan khusus guru, sertifikasi dosen, Kartu Indonesia Pintar, bantuan bidik misi, serta bantuan operasional sekolah (BOS),”jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini Pajak merupakan tulang punggung pembangunan negara, dimana 75% dana yang digunakan pemerintah untuk melakukan pembangunan di Indonesia bersumber dari pajak. Namun, peran penting pajak ini masih banyak belum diketahui oleh masyarakat sehingga kepatuhan baik pembayaran maupun pelaporan pajak masih sangat rendah. Untuk itu, menyongsong Indonesia Emas pada 2045, Direktorat Jenderal Pajak menginisiasi untuk mengintegrasikan materi kesadaran pajak dengan kurikulum pendidikan.

“Para siswa ini nantinya akan menjadi generasi emas penerus bangsa, yang diharapkan memiliki karakter cinta tanah air dan bela negara serta menjadikan kesadaran pajak sebagai salah satu budaya bangsa yang terus ditanamkan dari generasi ke generasi,”imbuhnya.

Kegiatan Pajak bertutur ini merupakan acara kick off Program Edukasi Sadar Pajak yang akan dimplementasikan di seluruh jenjang pendidikan secara berkesinambungan. Untuk itu pihaknya pun mengharapkan dukungan dari seluruh elemen pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan untuk dapat menyukseskan program ini.

“Kami berharap sinergi sekolah dan institusi berlanjut, sehingga pemahaman perpajakan siswa meningkat dan KPP Sintang bisa berperan serta membagi edukasi kepada siswa SMK untuk ikut membangun negara,” pungkasnya. (Rilis)