Askiman Minta Petani Jangan Putus Asa

Petani Mengeluh, Harga Lada Anjlok

Lada putih milik petani perbatasan dalam proses penjemuran

SINTANG | Sintangpost.com- Harga jual lada putih di wilayah perbatasan Sintang mengalami penurunan cukup drastis. Yakni, mencapai Rp. 120.000,- per Kg.

Seorang warga di dusun Belubu desa Nanga Bayan, Yacob, mengisahkan bahwa sejak bulan April lalu harga jual di Balai Karangan sedikit melorot, dari Rp. 50.000,- menjadi sekitar Rp. 45.000,- per Kg.

“Dijual langsung di Sarawak melalui melalui jalan tikus pun, juga harganya masih sekitar RM 15, dengan kurs 1 RM = Rp. 3.000,-. Sementara ini, banyak para penampung di kampung-kampung yang belum mau melepas stoknya,”katanya.

Melorotnya harga jual lada putih di tingkat petani membuat wakil bupati Sintang Askiman angkat bicara. Menurutnya para petani lada tidak mudah putus asa kemudian beralih ke kebun komoditas lain.

“Telah terbukti, dalam kondisi seperti apapun, warga di kawasan perbatasan dapat bertahan dengan berkebun lada. Jadi saya harapkan petani tidak putus asa,”kata Askiman saat mengunjung perbatasan belum lama ini.

Menurut Askiman, penurunan ini menjadi perhatian serius pihaknya dalam menangani penurunan tersebut. Pengembangan pun terus dilakukan untuk memperbaiki catatan tersebut. Salah satunya dengan mengembangkan varietas lada terbaru.

“Sintang telah resmi memiliki jenis lada baru dengan nama Malonan 1, yang merupakan salah satu varietas unggul nasional. Ketetapan ini sudah diuji pada pertengahan April lalu,” jelasnya.(lcs/red)