Program Kerja Solidaridad Harus Inline dengan Pembangunan Sintang Lestari
SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno membuka sosialisasi dan pemantapan program kerja solidaridad tahun 2018 dengan pemerintah Kabupaten Sintang dan mitra di aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan DaerahKabupaten Sintang, Rabu (14/2).
Jarot mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden nomor 59 tahun 2017 tentang tujuan dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di dalamnya di atur partisipasi dari civil society oraganization termasuk solidaridad. Untuk itu perpres tersebut sebagai payung utama memwujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Keberadaan solidaridad ini penting terutama konsep mereka terkait peningkatan produktivitas petani sawit mandiri, mereka sudah ngomong dengan saya seperti pendampingan pada seribu petani sawit mandiri tahun depan seribu lagi,tapi barangkali juga bisa kolaborasi dengan cso yang lainlah,”kata Jarot.
Jarot menjelaskan dalam meningkatkan produktivitas petani mandiri itu tujuannya adalah agar petani mandiri tidak punya keinginan untuk ekspansi lahan-lahannya kemudian masuk ke lahan-lahan yang non kawasan hutan.
Selain itu juga, lanjut jarot, bahwa program yang di buat solidariad ini harus inline dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan sintang yang lestari karena sintang termasuk dalam 8 kabupaten yang menyusun rencana aksi daerah yang di sebut dengan kabupaten lestari.
“Ketika kita menyusun rencana aksi, kita telah berkomitmen bahwa disintang ini seluruh aspek pembangunan harus kita bikin seimbang antara pembangunan ekonomi, pembanguna sosial dan menjaga kelestarian lingkungan”jelas jarot.
Coordinator West Kalimantan Solidaridad Billy M. Hasbi mengatakan pihaknya telah bekerja sejak tahun 2012 di 4 kabupaten yakni Sintang, Melawi, Sekadau dan Sanggau dengan beberapa program kerja.
“Untuk tahun 2018 rencana kami akan fokus di sintang terutama berkenaan dengan peningkatan kualitas hidup dari pada petani sawit mandiri,”kata Hasby. (okt)









Komentar