Samuel Oton Sidin Ditahbiskan Jadi Uskup Sintang

Prosesi Pentahbisan di Stadion Baning Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Rasa suka cita tergambar dari raut wajah umat Katolik di tiga Kabupaten di Wilayah Timur kalbar yakni Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu, Kamis (22/3).

Mereka menyaksikan pentahbisan Pastor Samuel Oton Sidin, OFM. Cap menjadi Uskup Keuskupan Sintang yang baru menggantikan Mgr. Agustinus Agus, Pr yang sudah pindah dua tahun lalu menjadi Uskup Agung Pontianak.

Mgr. Agustinus Agus, Pr Uskup Agung dari Keuskupan Pontianak bertugas memimpin proses pentahbisan yang berlangsung sekitar pukul 10.34 WIB Wib. Hadir pula 29 Uskup di Indonesia, seluruh Pastor dan Suster di Keuskupan Sintang, umat Paroki St. Fransiskus Assisi Tebet Jakarta Selatan, keluarga besar dari Kabupaten Bengkayang, serta Gubernur Kalbar Cornelis.

Selain itu pula pentabisan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi, Eusabius Binsasi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Bupati dan Wakil Bupati Sekadau, Bupati Melawi, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Ketua DPRD Provinisi Kalbar, Anggota DPR RI Lasarus, Karolin Margareth Natasha, Katherine Angela Oendoen serta Mikael Jeno.

Acara dimulai dengan Perayaan misa yang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup. Gor Stadion baning tersebut juga nampak meriah dari dekorasinya. Stadion baning semakin cantik dengan hiasan ornamen bernuansa khas Dayak.

Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Pr menyampaikan selama memimpin umat di Keuskupan Sintan ada kerjasama dan kebersamaan dengan Pemkab Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Pemprop Kalbar yang sudah banyak membantu kegiatan keuskupan Sintang.

“Saya berharap Uskup baru bisa lebih akrab dengan pemerintah. Kepada umat saya mohon dukung dan doakan Uskup baru. 20 tahun saya berkarya di Keuskupan Sintang, Saya bangga dengan umat. Mohon maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan. Saya memang pindah ke Pontianak tetapi hati saya masih di Sintang,”katanya.

Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap mengharapkan berkat Tuhan terus berkarya untuk mampu melayani ditengah keterbatasan secara pribadi.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh umat bagi saya pribadi supaya saya kuat dalam mengemban tugas sebagai Uskup Sintang. Saya yakin Tuhan akan melengkapi kekurangan saya sehingga mampu melayani umat dengan baik,”jelasnya.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo menyampaikan bahwa dalam kisah samuel di Alkitab, samuel akan semakin besar karena Tuhan akan menyertainya.

“Kami berharap Uskup Samuel Oton Sidin bisa melaksanakan tugasnya sampai tuntas. Mari kita dukung karya pelayanan Uskup Sintang” ajak Mgr. Ignatius Suharyo.

Bupati Sintang H. Jarot Winarno menyampaikan merasa senang dengan pelaksanaan pentahbisan uskup baru. Menurutnya selama pengabdian Mgr. Agustinus Agus di Sintang sudah bekerjasama dalam membangun masyarakat.

“Harapan kami masih bisa bekerjasama bahkan lebih erat dengan uskup yang baru. Bagi kami, monsiynur Samuel Oton Sidin merupakan pejuang lingkungan, ini energi baru bagi kami untuk menjaga lingkungan di Kabupaten Sintang 57 persen masih hutan,”kata Jarot.

Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi berpendapat sosok uskup harus dipandang sebagai bapak yang mampu merawat seluruh umat dengan kasih. Makna Uskup seorang bapak berarti sikap kebapakan yang sejati penuh kesabaran, mengoreksi dan memberikan semangat bagi anak-anaknya.

“Uskup juga diberikan kepercayaan untuk membina umatnya. Anak-anak merupakan anggota gereja. Uskup harus memiliki rasa tanggung jawab sebagai bapak bagi umat yang ada. Sikap kebapakan seorang uskup, harus merangkul semua orang dengan cirinya masing-masing tanpa pandang bulu,” pesan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Eusabius Binsasi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI menyampaikan pihaknya mendorong agar umat Katolik dan Keuskupan Sintang terus mendukung pemerintah.

“Terima kasih dukungan dari keluarga Mgr. Samuel Oton Sidin yang sudah menjaga dan membina sejak kecil hngga menjadi seorang uskup. Terus jalin Kerjasama antara pemerintah dan gereja Katolik untuk bersama-sama mengatasi persoalan kehidupan di dunia,”katanya.

Gubernur Kalbar Cornelis menjelaskan tantangan dalam berkarya di Keuskupan Sintang sangat besar seperti kedisiplinan umat, intoleransi di masyarakat, narkoba, kemiskinan dan kemajuan teknologi. Narkoba bisa diberantas jika keluarga kuat,

“Maka dari itu kehadiran Uskup baru di Sintang bisa membawa perubahan bagi umat katolik,” terang Cornelis.

Cornelis berharap, perayaan secara sederhana dan penuh bahagia itu dapat meninggalkan kesan mendalam bagi setiap umat. “Harapan semua umat adalah agar imam baru ini dapat selalu dianugerahi rahmat berlimpah dan tetap setia pada janji imamat-nya,” tutupnya.
Ketua Panitia Pentahbisan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah menyampaikan ucapan terima kasih atas penunjukan Mgr. Samuel Oton Sidin seorang pemimpin umat Katolik yang kami nantikan di Keuskupan Sintang.

“Acara ini adalah acara seluruh umat. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan seluruh umat. Sebagai umat yang menghargai perbedaan suku dan budaya, hari ini kami tampilkan acara dengan nuansa daerah Batak, Jawa dan Manado. Semoga kedamaian senantiasa ada dalam perbedaan-perbedaan tersebut,” tukasnya (slh)