Wakil Bupati Menghadiri Rakor Kebhinekaan

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman,MM bersama Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward menghadiri rapat koordinasi dan pengendalian memperteguh kebhinkeaan oleh Tim Menko Polhukam di Balai Praja Komplek Kantor Bupati Sintang, Kamis (9/2/).

Wakil Bupati Askimanmenegaskan bahwa kejadian beberapa waktu lalu merupakan suatu kesalahpahaman semata. kejadian yang terjadi di Sintang 12 januari yang lalu itu murni ketidaksengajaan dan kesalahpahaman semata,”

“Hal tersebut dapat kita lihat dari penampilan yang dikenakan, pakaian adat dengan asesoris seperti itu digunakan untuk menyambut tamu, karena dimaksudkan untuk menyambut Drs. Cornelis, yang akan mengikuti pelantikan ketua dewan adat Dayak Sintang,” paparnya lagi.

Askiman juga menjelaskan kronologis kejadian dan langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan dewan adat  serta tokoh masyarakat Sintang sebagai tindak lanjut kejadian tersebut.

“Kita sudah ada surat pernyataan sikap bersama dan surat kronologis pelaksanaan Tabaligh Akbar tersebut, yang intinya kita sudah saling memaafkan dalam damai,” jelas Askiman.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati Sintang juga meminta kepada para peserta rapat untuk menyebarkan beberapa hal penting kepada masyarakat. Sampaikan info seluas-luasnya bahwa persoalan yang berkaiand engan kesalahpahaman pada tanggal 12 Januari lalu sudah berakhir. “Mari kita bersama-sama menghargai proses hukum yang sedang berlangsung di Polres saat ini, kita ini di Sintang adalah seperti sebuah keluarga, dalam rasa kekeluargaan yang tinggi itu biasalah jika ada sesekali terjadi salahpaham, “ tutup Askiman.

Kusnaidi, Asisten Deputi 2/VI Kesbang Kemenko Polhukam selaku ketua tim, kedatangan timnya merupakan kagiatan silahturahmi sekaligus kunjungan kerja. Dalam kesempatan ini, Kusnaidi juga mengingatkan kepada para peserta rapat mengenai program Nawa Cita yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Salah satunya adalah memperteguh kebhinekaan dan memperkuan restorasi sosial, ini berkaitan dengan rasa dan sikap toleransi yang ada di masyarakat kita saat ini, salah satu permasalahan terkait sikap toleransi di Sintang, yaitu pada Januari lalu ketika tertundanya kegiatan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnaen di Kabupaten Melawi dan Sanggau,” tambahnya lagi.

Atas proses penanganan yang sigap dan cepat oleh pemerintah dan tokoh masyarakat Sintang Kusnaidi memberikan apresiasi positif.  Kondisi yang kondusif ini tetap kira rajut untuk kedepannya,” harap Kusnaidi.

“Kita perlu mengawal kerukunan budaya, suku dan agama untuk menjaga harmonisasi sosial. Kita perlu menerima perbedaan dan keberagaman sebagai sesuatu yang memperkuat kita,” tutupnya.(evy)