Warga Desa Rantau Damai Sentil Bupati

Bupati Sintang Jarot Winarno Saat Berdialog mendengar Keluh Kesah Warga Desa Rantau Damai Kecamatan Kayan Hilir

SINTANG | Sintangpost.com-  Bupati Sintang dr. Jarot Winarno menghadiri pertemuan dengan masyarakat desa Ratu Damai di balai pertemuan dusun ampuk desa ratu damai dalam kunjungan kerjanya di kecamatan Kayan Hilir, Selasa (12/9/17).

Dalam kesempatan tersebut orang nomor satu di kabupaten sintang itu mendengar dan menanggapi langsung sejumlah keluhan desa ratu damai tentang berbagai bidang pembanguna di desa itu.

Salah satu warga desa ratu damai yang juga kepala sekolah SDN 10 Ampuk Desa Ratu Damai Ernawati yang mengeluhkan dua kondisi rumah dinas yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan sehingga tidak bisa di tempati lagi.

”Ada dua rumah dinas guru sudah reot tidak bisa di injak lagi dan atapnya sudah roboh sebelah pak, rumah dinas kepsek kemungkinan hanya bisa bertahan dua atau tiga tahun lagi,”ungkap Ernawati.

Ernawati menyampaikan bahwa jumlah guru di SDN 10 Ampuk itu juga masih di kata kurang karena hanya ada 3 orang guru berstatus PNS.

“Guru PNS kita ada 3 orang pak,satu guru kontrak daerah dan 3 orang guru tidak tetap (GTT),saya berharap juga adanya tambahan guru seperti guru garis depan atau GGD itu,”pinta Ernawati.

Kepala Desa Ratu Damai Senu mengatakan jarak tempuh anak anak di beberapa wilayah di desa Ratu Damai menuju sekolah ada yang menggunakan sampan dan juga berjalan kaki melalui jalur darat.

“Kalau pakai sampan biasa mereka tempuh sekitar setengah jam perjalanan dan lanjut berjalan kaki sekitar 7 kilo, dan ada anak anak yang sekolah kecamatan binjai dengan jarak tempuh berjalan kaki sekitar 2,5 kilo namun jika mereka sekolah ke desa ratu damai harus menempuh jarak sekitar 30 kilo,”ungkap Senu.

Senu menjelaskan terkait infrastruktur dasar saat ini desa ratu damai pernah di ajukan dalam musrembang setiap tahunnya agar akses jalan menuju pusat desa bisa berjalan lancar.

“Kami pernah mencoba mengajukan dalam musrembang ada titik ruas jalan dari penyauk lestari ke pusat desa ruas jalan sepanjang 7 kilo sampai saat ini belum ada tanggapan terhadap hal tersebut,”Keluh Senu.

Sementara di bidang kesehatan Senu menuturkan untuk tenaga kesehatan maret 2017 lalu sudah di tempatkan oleh dinas kesehatan kabupaten sintang. “namun untuk tempat tinggal saat ini kami tumpangkan di rumah warga, tahun ini akan kami bangun poskesdes karena telah kami anggarkan tahun ini,”tutur Senu.

Senu juga menjelaskan bahwa saat ini perusahaan yang di desa ratu damai yakni PT.Finnantara III belum mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“ PT.Finnantara III belum mampu memberikan pekerjaan lapangan secara maksimal kepada warag desa, sehingga warga sangat mengeluhkan kontribusi perusahaan itu,saya pikir ini perlu sebuah kajian dan perhatian khusus dari pemerintah daerah,”jelas Senu.

Menanggapai sejumlah keluhan warga tersebut, Bupati Sintang dr. Jarot Winarno mengatakan untuk keluhan terkait rumah dinas guru akan menjadi perhatian pemkab namun yang jadi masalah adalah pada penganggarannya karena terbatas.

“Anggaran dana alokasi khusus meskipun cukup besar tapi tidak bisa di gunakan untuk rehab sekolah dan rumah dinas guru, itu harus menggunakan dana alokasi umum tapi untuk anggaran dana alokasi umum saat ini kita sangat kecil karena di potong oleh pusat, saya minta tetap bersabar nanti kita carikan solusinya,”kata jarot.

Sementara untuk infrastruktur dasar jarot menjelaskan saat ini memang pemerintah berkomitmen membangun infrastruktur dasar seperti akses jalan, jembatan dan lainnya namun masyrakat di minta tetap bersabar.

“Untuk itu saya datang kesini melihat langsung kondisi desa ratu damai, sehingga nanti pemkab nanti tidak ragu untuk menganggarkan pembangunannya nanti,secara umum pemerintah berkomitmen membangun dari pinggiran, mengatasai kegawatdaruratan infrastruktut dasar, hilirisasi produk, percepatan listrik masuk desa dan pemekaran daerah,” jelas Jarot.

Dalam kesempatan itu jarot menyampaikan pesan empat Presiden untuk membangun desa yakni tentukan produk unggulan desa yang bisa menjadi salah satu pencarian kebutuhan masyarakat desa.

“Dirikan badan usaha milik desa atau bumdes yang nantinya juga hasil dari bumdes itu bisa di gunakan untuk keperluan membangun desa ataupun biaya tunjangan pagawai desa, siapkan embung atau cadangan air hal itu guna untuk pengairan pertanian ataupu kesiapan jika ada karhutla dan bangun sarana olahgara desa atau sorga,”tambah Jarot.

Terkait keluhan warga terhadap perhatian PT. Finnantara III yang saat ini di rasakan warga belum bisa memberikan kontribusi yang berati bagi pekerjaan masyaakat, jarot mengatakan akan meminta pihak perusahaan tersebut memberikan perhatian lebih kepada warga sehingga adany saling membutuhkan dapat terjalin dengan baik.

“Saya minta pihak perusahaan bantu bantu lah warga desa ratu damai ni, membangun jalan, pembangunan lain seperti bantu bangun rehap rumah guru kah,poskesdeskah, kalo bisa bantu bantu juga lah untuk bayar gajih guru honor kita di sdn 10 ampuk melalui CSR,”tutup Jarot. (okt)

Baca Selanjutnya Kayan Futsal Diresmikan