Yosepha: Kata Kunci Melawan Narkoba Adalah Peduli dan Bersinergi

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah saat membuka sosialisasi dan penyebaran informasi tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba

SINTANG | Sintangpost.com- Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M.Si membuka sosialisasi dan penyebaran informasi tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bagi guru, pelajar/mahasiswa SMP,SMA dan Perguruan Tinggi di Kabupaten Sintang tahun 2017.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah menyebutkan bahwa narkoba telah menjadi musuh bersama sehingga harus meneguhkan semangat perlawanan terhadap narkoba sebagai kejahatan yang luar biasa.

“Catatan di akhir tahun 2016 secara nasional di perkirakan angka prevalensi penggunaan narkoba sudah di atas 5,1 juta orang dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba setiap hari mencapai 40-50 orang generasi muda,” kata Yosepha.

Sementara kerugian material secara nasional akibat masalah narkoba diperkirakan 63 triliun rupiah. Baik itu kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya pengobatan, dan kerugian akibat biaya rehabilitas.

Melihat catatan tersebut, Yosepha mengungkapkan yang lebih mengkhawatirkan bahaya masalah narkoba ini sudah menyebar secara sistemik ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak usia TK sampai ke lansia.

“Tidak hanya di kota-kota besar juga bahkan di desa-desa terpencil juga penyalahgunaan narkoba sudah ada, segala cara para pengedar coba terus bergerak untuk menyebarkan narkoba di tengah masyarakat kita," ungkap Yosepha.

Untuk itu, kata kunci melawan penyalahgunaan narkoba adalah peduli dan sekaligus bersinergi. Dua kata ini harus merasuk pada upaya pencegahan, upaya penindakan dan juga rehabilitasi tanpa meremehkan upaya lainnya.

"Saya berpendapat bahwa upaya pencegahan harus semakin kita perkuat agar tidak bertambah korban narkoba baru terutama dari para generasi muda kita," ujarnya.

Yosepha berharap semua pihak di Kabupaten Sintang memahami dengan seksama apa itu narkoba, baik secara dampak dan upaya pencegahannya, berupaya untuk tidak memberikan peluang peredaran narkoba.

"Konkritnya kita harus melakukan fungsi sosialisasi dan penyebaran informasi yang menyeluruh kepada semua komponen masyarakat yang dipadukan dengan meningkatkan deteksi dini,” jelasnya.

Ketua panitia kegiatan Mislan mengatakan pentingnya sosialisasi ini yang melibatkan pelajar/mahsiswa karena di tingkat usia mereka termasuk kelompok-kelompok yang rentan mudah terpengaruh pergaulan-pergaulan yang negatif.

“Karena mereka inilah tumpuan masa depan bangsa kita, kemudian mereka ini termasuk kelompok-kelompok yang rentan mudah terpengaruh pergaulan negatif yang bisa menjerumuskan mereka bahkan bisa menghancurkan masa depan mereka,”kata Mislan.

Mislan menambahkan kegaiatan tersebut di ikuti 79 peserta pelajar SMP dan SMA, mahasiswa dan guru di sintang dan sekitarnya. “Kami mengharapkan dengan adanya kegiatan tersebut semuam pihak terutama pelajar dan mahasiswa memahami tentang dampak dan bahanya narkoba bagi kehidupan. (hms)