Kakek Johar dan Gubuk Reotnya
SINTANG | SintangPost.com – Hujan yang deras terlebih lagi disertai dengan angin cukup kencang tentunya membuat sejumlah orang takut akan marabahaya yang datang. Hal itu juga dirasakan oleh Kakek Johar yang saat ini tinggal di gubuk yang tak layak huni di tengah kebun karet, di Desa Sungai Labi RT 10 RW 4, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.
“Sudah bunyi krek krek. Takut roboh saja, kalau binatang tidak takut kecuali ular sebesar ember ini,” ucapnya berkelakar sembari menunjukkan ember pemberian warga ketika sejumlah awak media mendatangi tempat tersebut, Kamis kemarin (03/07/2020).
Keberadaan Kakek Johar yang tinggal di sebuah gubuk yang hampir roboh dengan dinding yang tak semuanya berdiri kokoh ini baru diketahui warga sekitar beberapa hari lalu. Bantuan dari berbagai kalangan pun mengalir pada beliau, baik dari bahan makanan hingga ke perabotan rumah tangga dengan harapan Kakek Johar dapat hidup lebih layak.
Akan tetapi, meski dengan kondisi yang cukup menyedihkan karena harus tinggal di gubuk yang tak layak huni, dengan plastik untuk menghadang hujan serta satu sarung, pakaian dan sejumlah barang yang disimpannya didalam tas usangnya, Kakek Johar terlihat enggan menggunakan bantuan yang diberikan.
Bantuan yang diberikan oleh warga berupa sembako masih tersimpan di dalam kardus dan kantong plastik dengan bagian bawahnya dialasi plastik kemudian ditutupi seng agar tetap layak digunakan. Sementara barang pecah belah pun masih tidak digunakan, seperti panci atau kuali. Kakek Johar masih menggunakan kaleng bekas susu yang sudah karatan untuk memasak nasi dan teflon usang untuk mie yang ditanak menggunakan kayu bakar sederhana.
“Saya suruh bawa teman-teman (Pak RT dan Pak Umi) untuk membawanya, tapi tidak mau. Nanti saya berikan pada keluarga saya saja,” ucapnya.
Kehadiran Kakek Johar di daerah tersebut disadari pertama kali oleh Pak Umi, warga yang tinggal tidak jauh dari gubuk yang Kakek Johar tempati. Pak Umi pula yang menyampaikan kepada Pak Ahmadin, Ketua RT 10 Desa Sungai Labi untuk dapat melihat langsung kondisi dari Kakek Johar.
“Saya kenal dia. Delapan tahun lalu, belum ada pondok lain, cuma pondok ini saja. Beliau dan Ayahnya sudah tinggal di pondok Pak Sembung mencari kayu bakar. Kemudian mereka pun pergi, tanpa kabar. Pertengahan bulan Maret lalu, saat saya membangun pondok ini, saya melihatnya kembali, bahkan dia berhenti dan bertanya kesaya, apa saya mengenal dia, ya saya jawab sangat kenal,” tuturnya.
Pak Umi menyampaikan dirinya sempat menanyakan dimana Kakek Johar tinggal. Setelah mendapatkan jawaban dari Kakek Johar, dirinya merasa penasaran dan turun langsung untuk melihat kediaman Kakek Johar. Pak Umi mengaku terkejut melihat kondisi tempat tinggal Kakek Johar yang sangat tidak layak huni.
“Awal ketemu, dia bilang tinggal disana, saya kira dia di belakang, ternyata di gubuk itu, dari sini pun terlihat. Saya lihat dan terkejut dengan kondisi demikian, kebetulan habis dari tempat itu saya ketemu Pak RT jadi langsung saya bilang dan Pak RT pun langsung melihat ke gubuknya,” katanya saat awak media bertandang ke rumah miliknya.
Pak Umi berharap ada bantuan yang diberikan pada Kakek Johar terlebih lagi melihat kondisi rumah dan cara hidup yang tidak layak tersebut.
“Kami warga disini akan berusaha sebisa mungkin membantu, ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai sesama,” singkatnya.
Rencanakan Bedah Rumah
Ketua RT 10 Desa Sungai Labi, Ahmadin mengungkapkan dirinya terus memantau kondisi dari Kakek Johar yang saat ini masih tinggal di wilayah yang ia pimpin. Ia juga mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan tempat yang terbaik dengan bahan yang ada.
“Sudah dibujuk pindah, dia tidak mau. Jadi kami bujuk dia untuk memperbaiki rumah saja dan dia bilang tidak apa hanya menggunakan bahan yang ada saja, kalau terlalu bagus dia tidak mau. Hari Minggu nanti rencananya kita akan kerja bakti membangun bangunan yang layak untuk Kakek Johar tempati,” tuturnya.
Camat Sintang, Siti Musrikah yang saat itu juga turut mengunjungi tempat tersebut untuk memastikan secara langsung kondisi Kakek Johar mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari tahu keluarga dari Kakek Johar.
“Kita tahunya beliau ini dari Tebidah. Kita sudah berusaha berkoordinasi dengan beberapa rekan asal daerah sana sambil mencari tahu siapa tahu disekitar sini juga ada sanak saudaranya,” tuturnya.
Siti juga memastikan akan turut berusaha memberikan tempat tinggal yang layak bagi Kakek Johar.
“Hari Minggu nanti masyarakat sekitar akan bergotong royong membantu, kita pun juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan,” pungkasnya. (Uli)









Komentar