Dewan Dukung Pemberantasan Miras di Sintang

Hardoyo

SINTANG | Sintangpost.com- Pernyataan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin yang tidak segan-segan mencopot Kapolda atau Kapolres, yang tidak serius memberantas minuman keras oplosan menjelang ramadhan 2018 mendapat dukungan wakil rakyat di Sintang.

Seperti disampaikan anggota Komisi ADPRD Sintang Hadoyo, maraknya peredaran miras ilegal dan oplosan sangat merugikan masyarakat, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Sintang. Apalagi, di beberapa daerah dampak miras telah merenggut nyawa seperti yang terjadi di Jawa Barat dan Jakarta, belum lama ini.

“Ujung tombak pemberantasan miras ilegal itu ada di masyarakat. Jadi kita apresiasi pernyataan Wakapolri terhadap keseriusannya membeantas miras,” ujarnya, Senin (30/4).

Namun Hardoyo mengingatkan, pemberantasan terhadap Miras di Kabupaten Sintang harus lebih cermat, jangan sampai berbenturan dengan adat dan budaya. Lantaran terdapat minuman tertentu di masyarakat yang bukan disebut Miras, melainkan minuman yang biasa digunakan untuk berbagai ritual adat.

“Ada minuman yang dibuat oleh masyarakat secara tradisional, dan itu untuk kepentingan adat dan budaya tertentu di Kabupaten Sintang dan itu tidak mungkin untuk diberantas Kepolisian,” kata Hardoyo.

Minuman yang dibuat secara tradisional itu merupakan bagian dari adat dan budaya, misalnya suku dayak di Kabupaten Sintang.

“Masyarakat yang membuat dan menyimpan arak maupun tuak di rumah itu bukan untuk mabuk-mabukan, tetapi untuk budaya,” terangnya.

Misalnya, ungkap Hardoyo, digunakan saat membuka ladang, menanam padi, atau ritual adat lainnya di masyarakat pedalaman, khususnya warga Dayak yang mewajibkan adanya arak atau tuak.

“Sekali lagi itu untuk kepentingan adat dan budaya,” tegasnya.

Kebiasaan tersebut, tambah dia, tentunya berbeda dengan peredaran Miras oplosan, yang bahkan dipasok dari luar negeri hanya untuk mabuk-mabukan.

“Miras oplosan itu kita dukung penuh untuk diberantas habis. Namun minuman untuk kepentingan adat dan budaya, itu harus dipisahkan,” tutup Hardoyo. (okt)