Gelar Simulasi Pemilu, Dewan Sebut Minimalisir Kesalahan Pemungutan Suara

Bupati SIntang Menyempatkan diri Menghadiri Simulasi Pemilu yang di Gelar Oleh KPU Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Memantapkan tahapan pada proses pemungutan suara Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang menggelar simulasi pemungutan suara di halaman stadion Apang Semangai, Selasa (9/4).

Ketua KPU Kabupaten Sintang Hazizah mengatakan, simulasi tersebut dilakukan untuk mempelajari durasi waktu pemungutan suara. Mulai dari pencoblosan / pemungutan suara, hingga penghitungan suara dilakukan.

”Simulasi pemungutan suara ini bertujuan untuk melihat sejauh mana proses durasi pemungutan suara berlangsung nantinya, kata Hazizah.

Menurut Hazizah pada simulasi ini, pihaknya mengundadang 150 pemilih yang di mulai sejak 07.00 hingga pemungutan suara selesai pukul 13.00 WIB, dan dilanjutkan dengan proses penghitungan suara.

Dikatakannya, dari hasil simulasi ini untuk satu orang pemilih dibutuhkan waktu 3-4 menit di bilik suara.

“Durasinya segitu,”kata Hazizah seraya menyatakan bahwa dirinya telah melakukan pencoblosan melalui simulasi ini.

Selain itu lanjut Hazizah proses pemungutan mau pun penghitungan, yang penting untuk dicermati dalam kegiatan simulasi ini, adalah bagaimana tata letak TPS, ukuran TPS, serta posisi letak meja, kursi dan penempatan logistik di TPS.

“Dalam pemungutan suara pada 17 April mendatang inilah rilnya. Makanya kita buat sesuai juknis dan PKPU baik itu ukuran TPS, pengawas, pemilih maupun saksinya,”tukasnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS oleh KPU Kabupaten Sintang . menurutnya simulasi ini terlihat cukup lancar

“Tahun ini kita ada keringanan keringanan persyaratan dalam bentuk seperti A5, cuma pemrosesan A5 itu kelihatannya masih perlu dilancarkan lagi tadi masih kurang lancar,” katanya.

Bupati menyebutkan bahwa keringan persyaratan dalam memilih khususnya untuk pemilihan presiden. Bupati mengharapkan bahwa pada pelaksanaannya, 17 April nanti proses pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan dengan lancar.

“Saya mengingatkan kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggarana pemilu mendatang untuk bekerja profesional sehingga penyelenggaraan pemilu kali ini bisa berjalan dengan lancara dan aman,”tukasnya.

Terpisah Anggota DPRD Sintang Abdul Razak mengatakan Simulasi yang digelar oleh KPU sebagai penyelanggara pemilu dinilai dapat meminimalisir kesalahan dalam proses pemungutan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Simulasi pemungutan dan penghitungan suara terkait dengan Pemilu 2019 ini sangat baik . Simulasi ini juga mengantisipasi kesalahan, terutama dalam tahapan tersebut,” kata Razak.

Menurut Razak simulasi ini untuk mempersiapkan para pemilih dan penyelenggara agar proses pungut-hitung berjalan lancar. Mengingat tahapan Pemilu Serentak 2019 tinggal 8 hari lagi.

“Pemilu kali ini memang beda, karena kita dihadapkan dengan lima jenis surat suara. Jadi butuh kecermatan dan waktu yang lebih untuk menyalurkan hak pilih. Jadi, simulasi yang dilakukan ini sudah tepat sebagai upaya mengurangi kesalahan,” tukasnya.(okt)