Warga Nanga Lebang Minta Jaringan Seluler, Ketua Dewan: Usulan Harus Diakomodir
SINTANG | Sintangpost.com- Sejumlah desa yang ada di Kabupaten Sintang, belum dapat menggunakan telepon seluler, karena belum dijangkau dengan jaringan telekomunikasi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang Jeffray Edward mengatakan, daerah yang masih tertinggal saat ini yakni, di wilayah desa Nanga Lebang dan sekitarnya
“Warga di wilayah tersebut masih sangat merasakan ketertinggalan, dibanding beberapa daerah yang ada di Kabupaten Sintang,” kata Jeffray.
Menurutnya, zaman saat ini semakin berkembangan, masyarakat mulai beralih ke teknologi, bahkan sekolah pun diminta untuk belajar menggunakan internet. Hal ini sangat tidak logis bagi masyarakat di wilayah desa nang lebang dan sekitarnya.
“Daerah pedalaman ini butuh perhatian banyak dari pemerintah, agar warga di pedalaman dapat setara dengan warga di perkotaan, minimal dapat mengunakan telepon seluler dan mengakses internet” ujarnya.
Kepala desa Nanga Lebang Syafarudin mengungkapkan, bahwa selama ini sangat kesulitan sekali berkomunikasi, karena tidak ada jaringan. Menurutnya pemerintah desa setempat sudah mengajukan usulan ke pemerintah, namun hinggi kini belum mendapatkan respon terkait pemasangan tower di daerah tersebut.
“Sudah kita sampaikan usulan kepada pemerintah daerah bahkan sampai ke pemerintah propinsi, tapi belum ada jawaban,”kata Safarudin belum lama ini.
Menurut Syafarudin pengusulan supaya Nanga Lebang terbebas blankspot sudah menjadi perjuangan sejak lama. Berbagai upaya dilakukan dan terus menerus. Pasalnya desa yang berada di balik Bukit Kelam dengan posisi ditepian sungai Kapuas ini, tidak terlalu jauh jaraknya dengan ibukota kabupaten Sintang.
“Jaringan seluler sudah lama kami harapkan. Kalau sekarang desa Nanga Lebang masih blankspot. Tidak ada signal seluler,”jelsnya.
Ia mengatakan salah satu provider perusahaan telekomunikasi sudah datang survei ke desanya. Hanya saja disebutkan pada September atau Oktober mendatang baru mencari titik yang kuat jangkauan signal. Sementara pembangunan towernya belum diketahui pasti. Begitu pula kapan Nanga Lebang bisa terbebas blankspot.
Ia berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi bisa memperhatikan kebutuhan masyarakat Nanga Lebang. Akses jalan dengan jembatan juga dibutuhkan dalam membangun kelancaran akses transportasi bagi masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut menyertai akan harapan masyarakat bisa terbebas dari blankspot. (okt)









Komentar