Kesadaran Masyarakat Hidup Bersih Masih Rendah

PHBSSINTANG | SintangPost.com- Kesadaran masyarakat dalam Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah Puskesmas Tanjung Puri Sintang dianggap masih rendah. Hal itu terlihat dari banyaknya sampah yang bertaburan baik disekitar rumah maupun di lingkungannya.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Puskesmas Tanjung Puri Sintang, Yustandi saat lokakarya mini Puskesmas Tanjung Puri bersama lintas sektoral dalam rangka evaluasi program tahun 2015 dan peningkatan kerja sama bidang kesehatan tahun 2016 di Balai Ruai, Kamis (3/3). Ia mengatakan yang program kesehatan yang paling gagal di wilayah puskesmasnya adalah mengajak masyarakat untuk melakukan PHBS.

Menurutnya kegagalan PHBS sendiri selain dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat juga dikarenakan minimnya sarana yang diberikan oleh instansi terkait dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan PHBS.

"Yang jadi masalah saat ini selain kesadaran masyarakat adalah minimnya sarana TPS di lingkungannya. Minimnya sarana itu diakui oleh instansi terkait dikarena sulitnya pihak mereka mendapatkan persetujuan untuk peletakan TPS. Selain itu, penempatan TPS yang tak tepat juga menjadi masalah besar, seperti yang dikeluhkan beberapa sekolah, TPS di wilayah sekolah mereka dekat sekali dengan kelas, tentu selain mengganggu pelajaran juga mengganggu kesehatan," ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan kurangnya keberhasilan program kesehatan di wilayahnya diakibatkan kurangnya penggunaan posyandu dan kurangnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif.

"Masyarakat jarang sekali memanfaatkan posyandu, terlebih lagi bagi masyarakat yang merasa anaknya sudah mendapatkan imunisasi. Padahal posyandu sendiri berguna bukan hanya untuk imunisasi tetapi juga untuk memantau kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak. Program ASI eksklusif dari umur anak 0 hingga enam bulan juga masih dianggap gagal, padahal banyak sekali manfaat jika memberikan ASI Eksklusif baik bagi bayi maupun Ibunya," tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Sinto Linoh mengatakan bukan tingkat kesadaran masyarakat yang rendah tetapi tingkat kepeduliannya yang sangat rendah. Untuk itu, lokakarya mini mendatangkan narasumber dan peserta dari mana pun agar dapat mendukung PHBS di lingkungannya.

"Bukan kesadaran tapi kepedulian masyarakat dalam menerapkan PHBS itu yang sangat kurang. Mereka tahu bagaimana pola hidul sehat tetapi mereka tak peduli. Padahal dengan menerapkan PHBS banyak sekali penyakit yang dapat diobati maupun dicegah," tukasnya.(yul)