Jarot Ajak Pengusaha Jaminkan Pekerjanya Di Bpjs

indexSINTANG | Sintangpost.com-bupati Sintang Jarot Winarno menghimbau kepada seluruh badan usaha dan pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS kesehatan. Jaminan sosial dikatakan Jarot merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat hidup layak dan sejahtera.

“Satu prinsip yang berlaku dalam sistem jaminan sosial nasional adalah kepesertaan bersifat wajib. Artinya, seluruh rakyat menjadi peserta sehingga dapat terlindungi, yang penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. Salah satu pihak yang wajib melaksankan program BPJS, dalam arti wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai anggota BPJS adalah perusahaan,”kata Jarot saat membuka Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan pada pelaku usaha jasa kontruksi se Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Senin, (11/4)..

Keikutseraan perusahaan pada program BPJS ketenagakerjaan lanjut Jarot menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan dan mengentaskan angka kemiskinan di tengah-tengah masyarakat sekaligus meningkatkan stabilitas perekonomian daerah. Sedangkan bagi perusahaan juga sangat bermanfaat, karena program BPJS dapat meningkatkan semangat kerja dan dapat memacu produktivitas karyawan yang nantinya dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

“Saya mengajak para pengusaha untuk menjadi peserta program BPJS. Mari bergabung dan daftarkan seluruh pekerja anda sebagai peserta program BPJS, selain sebagai suatu keharusan juga banyak manfaatnya,”katanya.

Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, ditegaskan bahwa BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT. Askes yang terbentuk  dan mulai beroperasi pada  1 januari 2014. Dengan demikian, Kementerian Kesehatan tidak menjalankan lagi program jaminan kesehatan masyarakat atau Jamkesmas. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan, merupakan transformasi dari PT. Jamsostek, terbentuk sejak 1 januari 2014 dan  mulai beroperasi pada 1 juli 2015 yang melaksanakan program kecelakaan kerja, program jaminan hari tua dan program jaminan kematian.

Terpisah Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sintang Florensius Kaha menyampaikan perlunya kesamaan persepsi tentang pentingnya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan antara pemerintah kabupaten sintang dan para pelaku usaha konstruksi.

“Sosialisasi ini dihadiri oleh 10 SKPD yang memiliki program pembangunan konstruksi dan  150 orang pengusaha konstruksi Se Kabupaten Sintang,”tukasnya (slh/red)