50 Unit Rumah Transmigrasi di Perbatasan Sintang Akan Dibangun

Ilustrasi

SINTANG | Sintangpost.com- Pemerintah Kabupaten Sintang akan membangun 50 unit rumah transmigrasi setempat atau lokal pada 2018 di Nanga Bayan, Ketungau Hulu. Pagu dana pembangunan semua dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Tahap sosialisasi sudah dilakukan kepada masyarakat setempat.

“Kami sudah sosialisasi. Sebentar lagi akan mobilisasi alat ke lokasi. Mudahan proses pembangunannya berjalan lancar,” kata kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi Sintang F. Kaha, kemarin.

Menurut Kaha rumah transmigrasi setempat akan diberikan kepada para peserta trasmigrasi setempat atau lokal. Sejumlah fasilitas seperti jatah hidup selama satu tahun, dan tanah dengan sudah disertifikat akan ikut diberikan kepada peserta. “Peserta trasmigrasi tempatan berhak mendapatkan dua persil sertifikat. Satu untuk pemukiman. Satu lagi buat lahan garapan,” kata Kaha.

Kaha menambahkan pemerintah mempunyai target mampu membangun sebanyak 300 unit rumah transmigrasi setempat hingga 2019 mendatang. Pembangunan kini sudah mulai bertahap berjalan. Pembangunan berlangsung dalam dua tahun terakhir. Pada 2016 dan 2017. Total sudah dibangun sebanyak 125 unit di Sebatung Palung Ketungau Hulu.

Menurut Kaha rumah yang sudah dibangun kini telah semua ditempati. Karena itu, pemerintah mengupayakan target rumah yang akan dibangun bisa tercapai. Persoalan lahan tidak masalah. Masyarakat secara sukarela menyerahkan lahan. Seiring menjadi prasyarat pembangunan rumah transmigrasi setempat adalah masalah lahan harus tuntas. Dan, tidak ada ganti rugi untuk lahan yang dijadikan areal pembangunan tersebut.

Kaha mengatakan pembangunan rumah transmigrasi setempat sepenuhnya berdasarkan usulan. Sementara kini usulan diterima baru dari daerah Ketungau Hulu. Sehingga pembangunan rumah tersebut terkonsentrasi disana. Namun bukan berarti wilayah lain tidak dapat menerima program tersebut. Kesempatan sangat terbuka asal diusulkan. “Kami sesuai usulan,” katanya.

Kaha menambahkan pembangunan rumah transmigrasi kini untuk sementara menyasar daerah perbatasan. Dukungan masyarakat setempat juga disebutnya sangat besar. Sehingga realisasi pembangunan sangat positif. Audit juga sudah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk memeriksa hasil pekerjaan tersebut. “ Hasil pemeriksaan, tidak ada masalah,” kata Kaha. (okt)