Lounching Buku Bupati, “My Legacy : Menggagas Perubahan Besar Dari Timur”

Pidato Bupati SintangSINTANG | Sintangpost.com-Dipenghujung masa kepimpinannya sebagai  Bupati Sintang,  Milton Crosby kembali meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “ My Legacy : Menggagas Perubahan Besar Dari Timur” . Lauching buku orang nomor satu di bumi senentang tersebut di gelar di Gedung Pancasila Sintang , Rabu, (17/06).

Hadir pada Lauchng Buku tersebut,Guru Besar Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof. Dr Chairil effendy, (Narasumber), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, tokoh Agama Se-Kabupaten Sintang, serta Mahsiswa dan Pelajar Se Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang Milton Crosby dalam sambutanya mengatakan beberapa buku yang sudah berhasil disusun baik oleh staf maupun yang dia tulis sendiri, yang memberikan gambaran dinamika pelaksanaan tugasnya sebagai Bupati Sintang selama 10 tahun. Beberapa buku yang telah diluncurkan diantaranya yakni;  Karet Pohon Kehidupan, Motihumor, Kisah Perjalanan Bupati Sintang Milton Crosby, Rumah Besar Kita Semua dan My Legacy : Menggagas Perubahan Besar Dari Timur.

“Beberapa buku ini tentunya saja memiliki perspektifnya masing-maisng, karena hendak melihat sisi-sisi tertentu bagaimana saya menjalankan tugas dan amanah sebagai Bupati Sintang.” Katanya

Kendati demikian lanjut milton kehadiran buku buku tersebut sangat di nilai penting. sebab buku-buku tersebut dapat menjadi referensi dan motivasi untuk para kaula muda.

“Ada beberapa alasan kenapa buku ini di buat  saya ingin membagi pemikiran dan pengalaman kepada banyak orang terutama para generasi muda selaku pemegang estafet kepemimpinan di masa depan. Kedua saya ingin menggugah motivasi dan sekaligus memberi inspirasi tentang dahsyatnya sikap positif dalam menjalani kehidupan baik bermimpi, membuat visi, merancang aksi,"katanya

Milton juga menuturkan selama 10 tahun memimpin Kabupaten Sintang merupakan anugerah  Tuhan yang sangat besar. Dia mengungkapkan Sejak awal  dirinya memang punya obsesi membawa perubahan besar bagi daerah dan masyarakat khususnya di bumi Senentang ini.

“Perubahan besar itu saya bingkai dalam proses yang panjang dan berliku. Ada  keringat, kerja keras, air mata, kesedihan, tawa gembira, kelucuan, ketegangan, dan sebagainya sebagai warna dari proses panjang itu. Saya juga menyadari hasil yang ada belum seperti yang diharapkan. Memang manusia tidak mungkin mendapatkan semua yang dia inginkan,"tukasnya (Mot/red)