Benih Bermutu Tentukan Kualitas Produksi Benih
SINTANG | Sintangpost.com- Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sintang Veronika Ancili, menegaskan ketersediaan benih bermutu sangatlah penting. Pasalnya, produksi dan mutu produk tanaman pangan dan hortikultura sangat ditentukan oleh varitas unggul yang digunakan.
“Benih yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik, “kata Veronika saat memberikan sambutan pada acaran Work Shop Produsen Benih se Kabupaten Sintang Menuju Benih yang Berkualitas dan Memiliki Nilai Ekonomis Yang Tingggi belum lama ini.
Menurutnya untuk menghasilkan produk tanaman pangan dan hortikultura yang bermutu prima, kata Tute, dibutuhkan benih bermutu tinggi yang mampu mengekspresikan sifat-sifat unggul varitas yang diwakilinya.
“Diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi, memperbaiki mutu, memperbaiki distribusi, dan meningkatkan pengawasan peredaran dan meningkatkan penggunaan benih bermutu dalam kegiatan agribisnis,” katanya.
Veronika berharap melalui Work Shop selain sebagai ajang silaturahmi para produsen benih serta meningkatkan pengetahuan bagi para produsen benih baik dari sisi aturan termasuk teknis produksi benih serta mendiskusikan berbagai permasalahan baik teknis perbenihan, mutu dan harga benih.
“Kegiatan Work Shop hari ini dihadiri para produsen benih, instansi pemerintah terkait , anggota KTNA, serta menghadirkan Narasumber dari Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan (BPTP) Propinsi Kalimantan Barat dan Perwakilan Produsen Benih Perkebunan Kabupaten Sintang,”tukasnya.
Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan problem yang dihadapi di daerah saat ini yaitu permasalahan tingkat produktivitas baik Pertanian dan Perkebunan Swadaya masih sangat rendah.
”Kalau dilihat dari target hasil produksi pertanian secara nasional rata-rata 6 ton perhektar, hasil produksi pertanian dikabupaten sintang masih kurang yaitu hanya 2 hingga 3 ton perhektar setiap bulannya masih jauh dari target,”katanya.
Jarot menambahkan dengan hasil Pertanian dan Perkebunan yang masih kurang di daerah ini sangat diperlukan pengkajian yang serius dari dinas terkait.
“Cari apa penyebabnya, apakah disebabkan kwalitas benih atau bididaya lahan termasuk tanaman yang kurang sesuai dengan kultur kondisi lahan yang ada diwilayah kabupaten Sintang,” tambah Jarot.
Jarot berharap dengan dilaksanakannya kegiatan Work Shop Produsen Benih se Kabupaten Sintang Menuju Benih yang Berkualitas dan Memiliki Nilai Ekonomis yang Tingggi ini diharapkan, dapat memberikan solusi sehingga benih yang beredar dan dijual hingga ke tingkat petani di daerah ini memang benar-benar benih berkwalitas dan bersertifikat.
“Namun dengan harga yang terjangkau sesuai kemampuan para petani di kabupaten Sintang sehingga bisa meningkatkan hasil pertaniannya,”harapnya. (hms)









Komentar