Dayak Bersatu, Dayak Maju dan Bermartabat

Bupati Sintang Jarot Winarno Memukul Gong Tanda Dimulainya Gawai Dayak di Kabupaten Sintang

SINTANG I Sintangpost.com- Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke VIII Tahun 2019 di Halaman Indoor Apang Semangai pada Selasa, (9/7/ 2019) kemarin ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali oleh Bupati Sintang Jarot Winarno.

Acara yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 9-13 Juli ini juga dihadiri Bupati Melawi Panji, kepala OPD dilingkungan Pemkab Sintang serta ribuan masyarakat dayak yang ada di bumi Senentang.

Bupati Sintang Jarot Winarno dalam sambutannya mengaku bangga atas partisipasi semua kecamatan bisa berpartisipasi dalam gelaran pekan gawai Dayak tahun ini. Menurut Jarot Kebersamaan ini menjadi lokomotif kemajuan masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang ini.

"Saya senang mendengar semua kecamatan bisa mengikuti gawai Dayak tahun 2019 ini. Mari kita majukan dan bangun masyarakat Dayak yang tinggal di pelosok Kabupaten Sintang. Tantangan kabupaten Sintang ini adalah masih masuk kategori daerah tertinggal,"kata Jarot.

Sebagai orang Dayak, kata Jarot harus bangga terhadap adanya keterwakilan masyarakat di wilayah Kalbar II di Senayan. Ini membuktikan eksistensi orang Dayak di kancah nasional. "Ini kebanggaan kita semua,"jelas Jarot.

Selain itu sambung Jarot, kabupaten Sintang telah memutuskan adanya hutan adat dan wilayah adat melalui peraturan daerah yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

"Ini bertujuan supaya ada pengakuan tehadap adat istiadat kita di Sintang ini. Kita terus dukung perkembangan seni budaya Dayak di Kabupaten Sintang,"beber Jarot.

ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Jeffray Edward menyampaikan gawai merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas usaha yang sudah dilewati dengan panen padi selama satu tahun penuh.

“Ini gawai yang ke VIII. Gawai ini untuk ajang silaturahmi sesama masyarakat Dayak dan dengan etnis lain. Gawai ini sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Gawai juga untuk menyatukan konsep untuk mendukung pembangunan di sintang.

Menurut Jeffray gawai merupakan bentuk pembinaan dan pengembangan seni budaya dan tradisi masyarakat serta memperkuat jati diri masyarakat Dayak.

“Tema gawai ini untuk menjadi sudut fokus masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang. Saya harapkan gawai Dayak ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dayak dan masyarakat lainnya,"kata Jeffray.

Diera teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini, Jeffray juga mengajak masyarakat dayak dapat mengemvangkan diri supaya tidak ketinggalan jaman.

“Kemajuan jaman dan teknologi tidak mampu kita bendung. Jangan kita tertinggal oleh kemajuan jaman. Mari kita kembangkan dan bangun masyarakat Dayak di Sintang ini,"jelasnya.

Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang Tahun 2019 Yustinus menyampaikan bahwa tujuan gawai Dayak ini untuk menumbuhkan dan mempertahankan nilai seni budaya Dayak di Kabupaten Sintang.

“Gawai Dayak ini juga merupakan bentuk implementasi dari visi dan misi Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang. Gawai Dayak ini akan dipusatkan di depan Indoor Apang Semangai dan Rumah Betang Tampun Juah,"kata Yustinus.

Berbagai lomba telah disiapkan pihaknya seperti lomba menangkap babi, Pemilihan Bujang Dara.

"Selama Pekan Gawai Dayak ini, kami sudah siapkan ada 17 jenis lomba yang akan dilaksanakan. Pada Pekan Gawai Dayak Tahun 2019 ini, kami mengambil tema Dayak Bersatu, Dayak Maju dan Bermartabat,"tukasnya. (Okt)