Dinas Pertanian Beri Vaksin Rabies di Desa Perbatasan

Anjing RabiesSINTANG I Sintangpost.com- Ratusan ekor anjing milik warga di Desa Bonet Lama, Kecamatan Tebelian Kabupaten Sintang diberi vaksin untuk mengantisipasi ancaman rabies yang sudah menghantui masyarakat di wilayah tersebut, Senin (23/2).

Pemberian vaksin anti rabies dilakukan di dua titik di kecamatan tebelian yakni Desa Bonet Lama dan Desa Sabang Surai.

Tim ditugaskan untuk mencari anjing-anjing milik warga yang lepas berkeliaran, sementara untuk anjing peliharaan, dilakukan secara door to door.

“Para pemilik anjing ini kami minta untuk kooperatif, agar dapat merelakan hewan peliharaannya diberikan suntikan atau vaksin untuk pencegah rabies,” ujar Kabid Peternakan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Wiryono.

Dikatakan, tim ini mendatangi rumah warga untuk memberikan vaksin serta menangkap anjing liar yang tidak bertuan.

“Kita melakukan pemberian vaksin ini di dua titik yang dianggap rawan akan ancaman anjing liar dan memiliki jumlah hewan peliharaan yang cukup banyak,” jelasnya.

Serangan anjing yang terkena rabies kepada masyarakat terjadi sejak beberapa bulan lalu, yang merebak di kawasan Kabupaten Melawi dan Desa Perbatasan Sintang dengan Melawi. Bahkan, Serangan anjing rabies ini sudah memakan korban jiwa, dan juga ada yang tengah dirawat di rumah sakit.

“Pemberian vaksinasi kita fokuskan pada wilayah yang rawan, seperti di kawasan yang berdekatan dengan Kabupaten Melawi,” ujarnya.

Saat ini, tambahnya sudah ada sepuluh desa yang diberikan vaksinasi. Fokusnya di kecamatan Tebelian Kabupaten Sintang.

“Kita tergetkan ada belasan desa yang akan di vaksinasi,” katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Bonet Lama, Pendi mengatakan, mengingat sudah merebaknya kasus rabies di wilayah kabupaten Melawi yang sudah memakan korban jiwa. Ia langsung, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Perternakan untuk memberikan vaksinasi.

“Wilayah Desa Bonet Lama bertetangga dengan wilayah Kabupaten Melawi. Sehingga itu membuat kami khawatir, bila ada anjing yang milik warganya tertular,” katanya.

Sebelum melakukan vaksinasi, lanjutnya, pihaknya juga telah memberikan himbahuan kepada warganya. Agar dapat merelakan dan kooperatif dengan petugas saat memberikan vaksinasi terhadap hewan peliharahaannya.

“Sebelumnya kita pihak desa melakukan pendataan terlebih dahulu, pada sejumlah warga yang memiliki hewan peliharaan,” katanya.

Walau belum terdapat hewan peliharaan yang positif tertular infeksi rabies, sebagai langkah antisipasi, pemberian vaksinasi diberikan kepada seluruh anjing atau hewan peliharaan milik warga.

“Yang kita data ada sekitar 170-an anjing yang akan di vaksinasi,” ujarnya.(bny)