Dua Pasar Disintang Menuju Pasar Tertib Ukur

Pedagang Pasar Junjung Buih SIntang yang mengikuti sosialisasi Pasar Tertib Ukur

SINTANG | SintangPost.com – Pemerintah Kabupaten Sintang akan mewujudkan Pasar Tertib Ukur di dua pasar yang ada di Kabupaten Sintang yaitu Pasar Junjung Buih dan Psar Masuka. Untuk itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang menggelar sosialisasi pembentukan Pasar Tertib Ukur (PTU) bagi pedagang Pasar Sayur Junjung Buih Sintang yang digelar di Pasar Junjung Buih Sintang, Selasa (25/6/2019).

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Leli Nurbaiti yang merupakan narasumber pada kegiatan sosialisasi tersebut menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Sintang untu melindungi hak konsumen dalam jual beli khususnya yang ada di Kabupaten Sintang.

“Penggunaan alat ukur yang baik dan legal akan memberikan hasil pengukuran yang benar atau tepat sehingga masyarakat memperoleh barang/jasa sesuai dengan hak dan kewajibannya,” katanya.

Leli mengatakan bahwa sosialisasi Pasar Tertib Ukur (PTU) ini akan dilakukan juga di Pasar Masuka Sintang pada hari Kamis nanti, (27/6/2019) yang nantinya diharapkan akan memberikan pemahaman kepada pedagang yang ada disana mengenai Pasar Tertib Ukur.

“Untuk tera, nanti ada petugas kita yang sudah kita siapkan dan latih. Kita juga akan melakukan sistem jemput bola sehingga pedagang tidak perlu meninggalkan dagangannya lebih lama karena tera akan dilakukan di Pasar baik Pasar Junjung Buih maupun Pasar Masuka,” ucapnya

Plt. Sekretaris Disperindagkop dan UKM Sintang, Jum’anuddin yang membuka langsung kegiatan tersebut mengungkapkan tujuan dari adanya sosialisasi ini adalah memberikan pengetahuan bagi para pedagang mengenai sistem pengukuran yang baik dan benar yang tentunya tidak merugikan baik bagi pedagang maupun bagi konsumen.

“Mana ada pedagang yang dengan sengaja mencurangi, biasanya kesalahan pengukuran itu dikarenakan alat ukur yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Sosialisasi kita kali ini mengajak pedagang untuk bekerja sama dengan kami dalam membentuk Pasar Tertib Ukur yang salah satunya adalah pemeriksaan alat ukur sesuai standar yang ada,” ujarnya.

Jum’anuddin mengatakan adanya standarisasi alat ukur bagi para pedagang nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama konsumen.

“Sampai saat ini memang belum ada laporan terkait masalah kurangnya suatu barang, namun tentunya kita harus mengatisipasi hal ini,” tuturnya. (Coe)