Enam Guru Sintang di Kirim Ke Australia

IMG_5844SINTANG I Sintangpost.com- Sebanyak enam guru Sintang dikirim ke Australia mewakili Indonesia. Keberangkatan keenamnya dalam program Building Relationships hrought Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) Australia-Indonesia.

Bupati Sintang Milton Crosby berharap para guru yang berangkat dapat menjadi duta bangsa dan Sintang di Australia. Kekayaan peninggalan budaya daerah agar dipromosikan.   “Tenun ikat Sintang jangan lupa diperkenalkan. Asal usul burung garuda, yang kini menjadi lambang negara juga tolong disampaikan,” kata Milton saat menerima audiensi keenam guru sebelum berangkat ke Australia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Sintang Marchues Afen beserta jajaran turut mendampingi saat  enam guru beraudiensi dengan Bupati.

Menurut Bupati begitu berada di Australia keenam guru supaya  memberi kabar positif tentang Indonesia dan isu mengenai etnik Dayak. Penjelasan tentang Indonesia menjunjung toleransi telah terbangun dalam masyarakatnya. “Konflik agama maupun golongan tidak ada di Indonesia. Orang Dayak itu tidak benar makan manusia. Ini tolong disampaikan,” kata Bupati.

Harapan Bupati, begitu keenam guru yang dikirim kembali ke Indonesia, bisa membuat orang Australia berkunjung ke Sintang.  Karena itu, Bupati membekali secara khusus buku tentang Sintang sebagai bahan bagi para guru selama di Australia. Bukunya berisi tentang informasi tenun ikat serta berbagai potensi kebudayaan.

“Cerita tenun ikat ada dalam buku ini. Tenun ikat Sintang dibuat masih secara alami. Begitu pula bahan bakunya. Keunikan tenun ikat Sintang ada pada motifnya,” kata Bupati.

Ia pun berharap para  guru bisa memperdalam ilmu selama di Australia. Hasil yang diperoleh diminta dapat disinergiskan untuk menunjang dunia pendidikan di Sintang. Tidak kalah penting yakni menjaga nama baik bangsa serta daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sintang Marcues Afen, mengatakan, keenam guru Sintang ikut pertukaran mengajar di Australia bukan Diknasbud Sintang yang memilih. Namun hasil seleksi langsung yang dilakukan kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Menurut Afen  keenam guru itu diseleksi kemampuan bahasa Inggris, baik lisan dan tulisan. Kemudian juga harus melewati tes motivasi. Enamnya dinyatakan lolos. Mereka akan tergabung dengan guru dari empat provinsi lain di Indonesia untuk berangkat ke Australia. “Mereka di Australia dijadwalkan selama tiga minggu,” kata Afen.

Sementara enam guru Sintang yang dikirim ke Australia berasal dari berbagai sekolah. Yakni, SDN 7 Sintang, SD Panca Setia, dan SD Suluh Nusantara. Tiap sekolah masing-masing mengutus dua guru. Mereka adalah Fransiska Wiwin Suryani, Maria Ellysabet, Gunawan, Labora Febriyanti Damanik, Benyamin Pagi, dan Misnari, sebagai ketua rombongan.(tmo)