Komisi C DPRD Sintang Kunker Ke Komisi IX DPR RI

JAKARTA | Sintangpost.com-Sebanyak lima anggota DPRD Kabupaten Sintang mengadakan kunjungan kerjanya ke Komisi IX DPR RI di Jakarta pada (6/10). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi C DPRD Sintang Tuah Mangasih ST, M.Si serta empat anggotanya yakni Welbertus S Sos, Yulius S Sos, Theresia S Sos, Marko, serta Kabag Hukum Seketariat Dewan Wiwin Siswinda dan Kabag Umum Seketariat Dewan Ulidal Muhtar M Si tersebut dalam rangka meminta petunjuk untuk proses kelanjutan rumah sakit rujukan regional di Kabupaten Sintang.

Kedatangan wakil rakyat tersebut langsung diterima oleh Ketua Komisi IX DPRI Dede Yusuf dan Wakil Ketua Pius Latulana serta Anggota DPRI RI asal Pemilihan Kalbar dr. Karolin Margret Natasa di ruang rapat Komisi IX.

Dalam pertemuan yang penuh dengan kekeluargaan tersebut Ketua Komisi C DPRD Sintang Tuah Mangasih ST, M Si memaparkan secara garis besar keberadaan rumah sakit rujukan saat ini. Bahkan dalam kesempatan tersebut Tuah mengaku prihatin dengan kondisi rumah sakit di Rujukan yang sampai saat ini terhenti pembangunan fisiknya.

"Rumah sakit rujukan yang dibangun sejak tahun 2007 yang lalu sudah menelan dana 26 M. Namun kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, padahal rumah sakit itu merupakan rumah sakit rujukan," kata politikus Partai PDIP ini.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Komisi IX DPR RI untuk memperjuangkan dana Kelanjutan Pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional Sintang mengingat sudah beberapa tahun ini pembangunannya terhenti.

“Harapan kami dengan kunjungan ini ada angin segar dari komisi IX DPR RI untuk proses kelanjutan rumah sakit rujukan yang mencakup Sintang, Sekadau, Sanggau, Melawi dan Kapuas Hulu,”harapnya.

Mendengar pemaparan dari ketua Komisi C DPRD Sintang, Ketua Komisi IX DPRI Dede Yusuf berjanji akan membantu proses penyelesaian rumah sakit Rujukan sesuai dengan prusedur yang ada.

Selain itu lanjut Dede Yusuf, diharapkan pemerintah daerah dapat membantu serta ada kesungguhan yang nyata untuk mau menyelesaikan Rumah Sakit melaui mekanisme sesuai petunjuk Kemenkes, agar rumah sakit rujukan ini dibangun dengan memprediksi kebutuhan masyarakat kedepan.

“Kita juga minta kepada Pemkab harus pro aktif berkomunikasi kepada Kemenkes dan DPR RI misalnya harus membuat e-planing dan perencanaan yang matang. Secara teknis tentu saja Dinas terkaitlah yang lebih tahu. Harus ada koordinasi yang bagus antara Direktu Rumah Sakit dengan Kadis Kesehatan Sintang dan Kadis Kesehatan Provinsi dan tentu saja Bupati nya,”tukasnya.(okt)