Listrik Padam Warga Berang

indexSINTANG I Sintangpost.com-Intesitas pemadaman listrik dianggap bentuk pelayanan buruk Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada pelanggan. Konsumen berharap PLN bisa memperbaiki pelayanan. Kerugian atas pemadaman listrik sangat besar harus ditanggung pelanggan, antara lain memicu kerusakan barang elektronik.

Kecaman pemadam listrik seperti disampaikan H Mimim. Pelanggan beralamat di Desa Martiguna. “ Listrik kerap byar pet. Kalau begini terus bisa rusak  alat-alat elektronik kami di rumah,” katanya.

Menurutnya pemadaman yang kerap dilakukan PLN sangat merugikan konsumen. Terlebih masyarakat yang keseharianya menggunakan listrik sebagai tumpuan hidup. Misal industri meubel maupun laundry. Bahkan salon, yang menggunakan gunting listrik.

Dia berharap kondisi listrik di tempat tinggalnya bisa kembali seperti semula dan tidak lagi putus nyambung. Ia berharap PLN lebih berbenah. “Kalau bisa jangan sering ada pemadaman,” kata dia.

Ia pun meminta PLN dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terhadap kerapnya pemadaman yang terjadi. Pemicu padam akibat jaringan atau memang persoalan manajerial.

Menurut Mimim listrik kalau kerap padam seyogyanya PLN telah mengetahui penyebabnya. Karena kejadian terus berulang-ulang. Bahkan terkesan tak kenal waktu. Pemadaman juga tanpa pemberitahuan. "PLN mematikan lampu terkesan seenak hati," katanya.

Ia menambahkan dampak pemadaman listrik itu sangat besar. Bukan sebatas penerangan dikediaman pelanggan tidak menyala. Perekonomian masyarakat juga terpengaruh. Utamanya, pada industri ekonomi menengah.

Protes atas tingginya intensitas pemadaman listrik di Sintang juga disampaikan Dinka. Ia mengaku pekerjaanya sering terbengkalai akibat listrik padam. Apalagi kalau pemadaman menjelang petang. Lantaran saat itu, beban kerjanya sedang menumpuk dan harus segera selesai. (mot)