PDAM di Wilayah Timur Kalbar Komit Tingkatkan Kualitas Air Bersih
SINTANG | Sintangpost.com- Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) melakukan penandatanganan Letter Of Intent (LOI) anatara PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak dengan PDAM Tirta Senentang, PDAM Tirta Pancur Aji dan PDAM Tirta Sirin Meragun di Kantor PDAM Tirta Senentang Sintang, Kamis (15/8/19) kemarin.
Penandatangan tersebut dilakukan oleh bupati Sintang Jarot Winarno disakisikan Direktur Eksekutif PT. Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Ashari Maryono serta tamu undangan lainnya.
Direktur Eksekutif PT. Perpamsi Ashari Maryono menjelaskan bahwa Penandatangan Letter Of Intent (LOI) Program Kemitraan Solidaritas Perpamsi bertujuan memberikan motivasi bagi PDAM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan air bersih doi wilayah timur Kalbar ini.
"Untuk kegiatan ini tentunya membutuhkan keterbukaan kedua belah pihak baik selaku resipien yang sebaiknya memang membuka semua hal yang berkaitan dengan topik yang sedang dikerjasamakan,"jelas Ashari.
Menurutnya adapaun topik yang dibahas yakni pengadilan tingkat kehilangan air yang di kenal dengan non revenue water, implementasi laporan keuangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan ketiga topik ini menjadi awal ketika ingin mengembangkan sebuah perusahaan seperti PDAM ini.
"Karena tanpa pengendalian tingkat kehilangan air ketika kami lihat datanya cukup tinggi, sehingga ini tepat untuk menjadi perhatian, kemudian sebagai entitas usaha tentu harus dipotret kuangannya agar manghasilkan sesuatu yang dapat di pertanggungjawabkan,”bebernya.
Sementara itu Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik dan mendukung adanya penandatanganan Letter Of Intent (LOI) Program Kemitraan Solidaritas Perpamsi antara PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak dengan PDAM dari Sintang, Sanggau dan Sekadau.
Menurutnya hal ini membuktikan bahwa mengurus Air bersih itu harus bersama-sama malalui Perpamsi sebagai fasilitator, sementara PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak yang sudah maju sebagai mentor lalu resipiennya adalah PDAM Sintang, Sanggau, Sekadau dan lainnya.
"We can't stand alone atau kita nda bisa sendirian ya untuk menyiapkan air bersih untuk masyarakat, kalau kita kerja sendiri gak bisa, jadi di sarankan kita harus punya jejaring, networking, kita harus di tunjang seluruh pihak,"kata Jarot.
Jarot menjelaskan bahwa Problem atau masalah yang terjadi di PDAM Tirta Senentang dengan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak bahkan yang lainnya juga sama yakni terkait masalah suplai air baku, karena airnya kadang payau dan sebagainya.
“Terlebih memang seperti di Sintang ini sumber air bakunya diambil dari aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas dan juga adanya masalah lain seperti kebocoran pada sambungan. kemudian lagi masalah kepercayaan (trust) dari pelanggan, karena ngelola PDAM ini seperti Roller Coaster atau kadang bagus kadang turun kualitasnya, itu lah kadang-kadang konsumen ini jerak dengan PDAM,”imbuhnya.
Oleh karenanya tambah Jarot aspek Hospitality layanan kepada pelanggan, kemudahan kepada pelanggan dan lainnya yang mesti harus di tingkatkan dan itulah menjadi tantangan kedepannya.
"Tiga tahun lalu saya tantang PDAM Sintang ni untuk mencapai 10.000 pelanggan sampai sekarang belum tercapai, karena sampai saat ini baru 7.100 pelanggang,”tukasnya. (okt)









Komentar