Pelajar Sintang Ikut Lomba Cerita Rakyat Pakai Bahasa Lokal

Salah Satu Peserta Menunjukan Kebolehannya di Hadapan Juri Pada Lomba Cerita di Gedung Pancasila

SINTANG | Sintangpost.com- Sebanyak 26 peserta dari 15 sekolah yang ada di Kabupaten Sintang mengikuti Lomba Cerita Rakyat dalam Bahasa Lokal Sintang dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten Sintang di gedung Pancasila pada hari ini (25/04/2019) kemarin.

Dalam lomba yang dihadiri peserta anak-anak tersebut digunakan untuk bercerita dua bahasa yakni bahasa Dayak dan bahasa Melayu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Drs. Lindra Azmar.

Dalam pidatonya, Lindra Azmar yang dalam hal ini mewakili Bupati Sintang menyatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan lomba cerita menggunakan bahasa daerah Sintang, kegiatan ini dapat menjadi media untuk melestarikan kearifan lokal budaya khas Sintang.

“Saya pribadi mengaku bangga sebab selain melestarikan kearifan lokan budaya khas Sintang juga sebagai ajang menyatukan suku dan agama yang ada di kabupaten Sintang ini,”Jelas Lindra.

Dalam kesempatan itu juga Lindra Azmar menyatakan bahwa generasi muda perlu mempelajari hal-hal baik yang telah diwariskan oleh nenek moyang melalui cerita-cerita rakyat.

“Jangan sampai lupa akan sejarah nenek moyang kita dulu. Jadi di jaman melinial sekarang wajib para generasi muda tahu akan sejarah yang telah dilakukan oleh pendahulu kita,”bebernya.

Lindra juga berharap kegiatan lomba cerita rakyat menggunakan bahasa lokal Sintang ini dapat terus dilaksanakan untuk tahun-tahun ke depan. Ia juga mengajak semua komponen untuk terus memasyarakatkan bahasa lokal daerah Sintang dalam pergaulan sehari-hari agar generasi muda tertarik untuk mempelajari bahasa lokal daerah Sintang.

“Mari kita semu melestarikan budaya lokal yang ada,”harapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kabupten Sintang, Siti Musrikah selaku ketua panitia dalam pidatonya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai sarana edukasi khususnya generasi muda dan masyarakat Sintang.

“Dengan bercerita rakyat atau berlegenda dengan menggunakan bahasa daerah Sintang kita lebih mengerti kekayaan budaya Sintang dalam hal bahasa tutur atau lisan dengan menggunakan bahasa daerah Sintang sebagai warisan budaya,”jelas Siti.

Pada kesempatan ini pula Siti Musrikah mengatakan bahwa adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan bahasa daerah Sintang ke dunia pendidikan, dikenal luas, digunakan di semua kalangan masyarakat dan semoga bahasa Sintang dapat menjadi acuan untuk pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Sintang.

Juri kegiatan ini adalah guru-guru Bahasa Indonesia dan perwakilan dinas pendidikan yang menguasai bahasa daerah yaitu bahasa Melayu dan bahasa Dayak. Juri tersebut ialah Oravia Maria Magdalena, S.Pd dari SMPN 2 Kelam Permai, Paridayanti, S.Pd dari SMPN 2 Sintang dan Sofyan, M. Pd dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.
Untuk satu peserta diberikan waktu maksimal 7 menit untuk bercerita.

Salah satu juri, Oravia Maria Magdalena mengatakan kriteria penilaian dari lomba ini adalah pemilihan kata yang tepat untuk digunakan dalam bercerita, ekspresi, mimik, gerak tubuh, serta melihat kesesuaian antara cerita asli dan yang akan mereka ceritakan. Ia juga berharap ke depannya generasi muda dapat menguasai bahasa lokal daerah Sintang sehingga budaya bahasa yang sudah ada sejak nenek moyang tidak hilang ditelan jaman dan dapat terus dilestarikan.

Pada kesempatan ini, Kindi Aditia yang merupakan perwakilan dari SMA Muhammadiyah bercerita tentang persiapannya dalam mengikuti lomba ini, Ia mengatakan bahwa Ia sudah mempersiapkan diri selama seminggu. Ia pun berharap agar lomba seperti ini dapat terus diadakan kedepannya dan lebih banyak lagi peserta yang tertarik untukmengikuti lomba cerita rakyat ini sehingga bahasa lokal daerah Sintang dapat terus dilestarikan.(evy)