Pembangunan Rusunawa Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Dimulai
SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno melakukan penancapan tiang pertama pembangunan rusunawa pesantren di Kompleks Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut bupat Jarot berpesan kepada para santri untuk mempersiapkan diri sebagai pelaku usaha kreatif di masa mendatang saat sudah selesai belajar di pondok pesantren ini.
“Para santri harus siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Santri harus menjadi pelopor kebhinekaan dan pemelihara perbedaan,”pesan Jarot.
Jarot juga mengharapkan pembangunan rusunawa pesantren ini agar bisa selesai pada November 2017 ini. “Saya senang karena Kementerian PUPR sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan rusunawa pesantren. Semoga nanti pengerjaannya bisa lancar dan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan pendidikan di sini,”katanya.
Saat ini di Kabupaten Sintang, lanjut Jarot Kementerian PUPR juga sedang melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni dengan bantuan material 30 juta dan 15 juta.
“Untuk tahun anggaran 2018 kita sudah ajukan dan perjuangkan rusunawa di SMK Kartini dan Kompleks Gedung Baru RSUD AM Djoen Sintang,imbuhnya.
KH. Muhammad Ghozali Pengasuh Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang menyampaikan lokasi ini sudah di survei sebanyak empat kali oleh Tim Kementerian PUPR Jakarta.
“Terima kasih kepada Pemkab Sintang sudah memberikan rekomendasi untuk mempermudah kegiatan pembangunan rusunawa ini. Rusunawa ini akan kami khususkan untuk santri putri. Mudah-mudahan tahun 2018 rusunawa sudah selesai dan siap diresmikan,”jelasnya.
Martinus Tandi Rante Kepala Satuan Kerja Perumahan Rakyat Kalimantan Barat Ditjen Penyediaan Rumah Kementeran Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI menjelaskan sejak tahun 2016 sudah mulai direncanakan pembangunan rusunawa di sini. Dan tahun 2017 baru bisa dilaksanakan pembangunan.
“Kami juga memberikan bantuan material bangunan untuk 300 unit rumah tidak layak huni di Kalimantan Barat. Yang menentukan rumah sasaran adalah pemkab masing-masing,”katanya.
Antonius Jabar Kepala Desa Balai Agung Kecamatan Sungai Tebelian menyampaikan dukungan atas pembangunan rusunawa untuk santri dengan harapan bisa meningkatkan dan mendukung proses belajar mengajar.
”Keberadaan pondok pesantren di sini diharapkan mampu bersama-sama membangun desa balai agung. Kami berharap pembangunan rusunawa ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa balai agung,”tutupnya (okt)









Komentar