Pemkab Antisipasi Penyakit Kaki Gajah di Sintang

Pemkab Sintang Menggelar Bimtek Mencegah Terjadinya Penyakit Kaki Gajah di Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah kabupaten Sintang, H Hendri Harahap membuka langsung kegiatan sosialisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis atau penyakit Kaki Gajah di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rabu (26/7).

Ia mengatakan kegiatan sosialisasi POPM Filariasis bertujuan untuk mencegah meluasnya penyakit Filariasis. Di harapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat membuat Kabupaten Sintang bebas Filariasis tahun 2020 mendatang.

“Ini merupakan salah satu langkah kebijakan global untuk bebaas dari penyakit kaki gajah pada tahun 2020 terutama di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Sintang dapat mendukung Pemerintah Kabupaten Sintang dalam melaksanakan program bebas penyakit kaki gajah tahun 2020 dengan cara turut berperan serta dan aktif dalam penyembuhan maupun pencegahan menularnya penyakit kaki gajah.

“Saat pembangian obat filariasis, saya harapkan masyarakat harus datang untuk mengambil dan meminum obatnya yang telah tersedia pada pos-pos yang telah disiapkan sehingga pelaksanaan bulan eliminasi kaki gajah di Kabupaten Sintang dapat berjalan dengan sesuai target dan cakupan yang yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Ketua Panitia Sosialisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis, dr. Sandur mengatakan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meminimalisir terjadinya filariasis di Kabupaten Sintang.

“Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan melalui nyamuk sehingga penyakit ini menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di Indonesia, maka di laksanakan kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir tingginya tingkat masyarakat di Kabupaten Sintang akan penyakit kaki gajah ini,” ucapnya.

Ia mengungkapkan di Provinsi Kalimantan barat terdapat sembulan Kabupaten/Kota yang jumlah kasus kronis Filariasis yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, Kabuapten Melawi, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sintang

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Ridwan Tony Hasiholan Pane, mengatakan di Kabupaten Sintang berdasarkan data bahwa ada 22 penderita penyakit kaki gajah dengan terdapat 7 orang yang sudah meninggal yang tersebar di 6 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sintang.

“Ada tujuh orang yang meninggal dunia karena terkena Filariasis ini. Untuk itu, tujuan diadakan kegiatan ini dapat memaksimalkan kinerja kita untuk memberikan obat kepada masyarakat untuk mencegah penyakit kaki gajah. Dari jumlah penduduk sekitar 397.000 juwa, sudah 98,2 % yang sudah diberikan obat filariasis ini,” tukasnya. (yul)