Pemkab Sintang Sosialisasi Perhutanan Sosial

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Usulan Perhutanan Sosial di Wilayah UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Sintang Timur bertempat di Hermez Sky Hotel My Home, Jumat (16/11).

Bupati Sintang Jarot Winarno pada sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Sintang memiliki luas areal 1.2 juta hektar kawasan hutan. Terbesar di wilayah Kecamatan Ambalau, Kayan Hulu, Serawai, Kayan Hilir, dan Sintang Kota.

"Sebanyak 41 desa kita masih berada di kawasan hutan dan berapa puluh lainnya ada di kawasan.," kata Jarot.

Dikatakan Jarot perhutanan sosial ialah pengelolaan hutan lestari untuk mensejahterakan rakyatnya, menyeimbangkannya dengan lingkungan hidupnya dan dinamika budayanya. Jadi konsepnya ialah keseimbangan.

"Harus seimbang dengan lingkungannya. Menjaga hutannnya dan memahami dinamika budaya yang timbul, termasuk lading berpindah misalnya, jadi konsep itu memang kita tunggu-tunggu," Jelas Jarot.

Selain itu Lanjutnya bahwa ada beberapa proses yang sedang berjalan di Kabupaten Sintang saat ini, yaitu menyusun peraturan daerah tentang kawasan strategis kehutanan dan lingkungan hidup Kecamatan Serawai dan Ambalau.

“Ini adalah rencana tata ruang lenskap yang lebih detail setelah RTRW kita Perda-kan, ini yang sedang kita proses. Kita juga membantu aliansi masyarakat adat untuk mewujudkan kawasan adat di Sintang seluas 129.000 hektar," katanya.

Ditempat yang sama Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Kaliamantan Nurhasnih mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Usulan perhutanan sosial ini guna menyebar luaskan informasi mengenai kebijakan Departemen Sosial yang bertujuan memberikan akses kelola kawasan hutan pada masyarakat.

"Sehingga masyrakat dapat mengelola lahan tersebut guna mendorong kemandirian tehnologi masyarakat namun tetap menjunjung azas kelestarian lingkunan , ini merupakan agende prioritas Nasional Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo,"tukasnya.(eko)