Persentase Kelulusan Tingkat SMP Meningkat

52bd2d10949aa0fa3270a9exm-1843SINTANG I Sintangpost.com-Sebanyak 6.034 Siswa SMP/ MTS dari 106 sekolah se Kabupaten Sintang  Hari ini, Rabu (10/6) menerima pengumuman kelulusan.  106 sekolah tersebut terdiri dari  80 SMP negeri, 15 SMP swasta, 1 MTS negeri, dan 10 MTS swasta.

Kepala  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M.Afen, mengatakan Ujian Nasional (UN) di Sintang telah berlangsung aman dan lancar. Hasil ujian dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar pada hari minggu lalu  dan disampaikan ke sekolah penyelenggara hari senin

Persentase kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sintang terus mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir . Tahun ajaran 2012/2013 persentase kelulusan 99,73 %, tahun 2013/2014 mencapai 99,96 %, dan tahun 2014/2015 naik menjadi 99,97 %.

“Tahun  ajaran 2014/2015 ini ada kenaikan 0,01 %. Hanya dua orang yang tidak lulus,” ujar Afen, Rabu (10/06)

“Gracia Aprianty dari SMPN 2 Sintang dan Yohory Yoshy Mustakim dari SMPS Josep Khatulistiwa memperoleh nilai sempurna (100) pada  mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, “ Jelas M. Afen.

Afen menambahkan,adapun rangking siswa SMP tertinggi diraih Sheila Sakila dengan nilai 365,5, Dayang Nur Alifa 365,0, Hebwen Liong 358,5. Rangking siswa MTs tertinggi diraih M Iqbal Khatani 359,5, Mustika Nindiya Mutmainah 342, dan Bily Aditya dengan nilai 340,5.

“Rangking sekolah menempatkan SMPN 3 Ketungau Hilir sebagai urutan pertama, dengan nilai rata-rata 317,97, SMPN 3 Ketungau Hulu, kedua dengan nilai rata-rata 289,84, dan SMPN 6 Tempunak diurutan ketiga dengan nilai rata-rata 282, 83,” Tambahnya

Afen mengaku bangga atas hasil ujian kelulusan tahun ini. Selain persentase kelulusan meningkat, sekolah-sekolah di daerah mulai mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di kota.

Terbukti, tiga sekolah yang mendapat rangking adalah sekolah-sekolah di daerah.

“Ternyata sekolah di daerah ataupun perbatasan, tidak kalah dengan sekolah yang ada di kota,” ujarnya.

Namun Afen mengakui  pemerintah daerah belum dapat memberikan reward bagi setiap siswa maupun sekolah yang berprestasi. Namun ia menaruh harapan, di tahun-tahun mendatang, pemberian reward akan diperhatikan.

Gusparuddin selaku Koordinator Pengawas mengatakan, peningkatan persentase kelulusan tidak terlepas dari budaya tertib karena sekolah mempersiapkan diri jauh hari sebelum UN berlangsung. (Mot/red)