Produksi Padi Tinggi, Tapi Sintang Belum Swsembada Beras

Bupati Jarot Melakukan Panen Padi Di Desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk

SINTANG | Sintangpost.com- Produksi padi di Kabupaten Sintang tahun ini terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Dinas pertanian Sintang, bahwa Desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk merupakan salah satu desa sentra produksi beras di kabupaten Sintang yang memiliki lahan pertanian padi sekitar seratus Sembilan puluh hektar dan mampu melaksanakan tanam 2 kali dalam satu tahun

”Bahkan ada beberapa kelompok tani yang sudah mencoba 3 kali tanam dalam satu tahunnya sehingga Desa Tawang Sari adalah desa yang sudah mengahasilkan surplus hasil berasnya,”kata Kadis Pertanian Sintang Veronika Ancili dalam sambutannya saat Panen Raya Padi Sawah di Desa Tawang Sari Kecamatan Sepauk, Selasa (5/2).

Menurutnya Desa Tawang Sari memiliki 6 kelompok tani yang menjadi binaan Dinas Pertanian dan perkebunan kabupaten Sintang dan sudah diberikan bantuan berupa Pompa air, Alat tanam padi, alat panen padi guna mendukung produktivitas dan peningkatan hasil pertaniannya.

“Harapan kita dengan adanya bantuan tersebut produksi hasil panen padi bisa meningkat dari tahun sebelumnya,”jelasnya.

Terpisah bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan dengan luas wilayah kabupaten Sintang sekitar 9 ribu hektar yang cukup potensi sebagai lahan perkebunan dan pertanian. Berdasarkan data yang ada lanjut Jarot jumlah luas lahan pertanian yang baru dimanfaatkan sebagai lahan pertanian padi sawah hanya sekitar tujuh ribu tujuh ratus hektar , sehingga masih sulit menjadikan Sintang sebagai daerah swasembada beras.

“Walaupun ada beberapa Desa yang sudah mampu melakukan panen 3 kali panen dalam satu tahun, namun perbandingannya masih banyak desa panen padinya hanya 1 sampai 2 kali dalam satu tahunnya. Ini kondisi frekwensi pertanian padi kita masih banyak terjadi di Desa desa di Kabupaten Sintang,"kata Jarot.

Jarot menjelaskan, bahwa saat ini angka produktivitas nasioanal rata-rata adalah 5 hingga 6 ton perhektar, sedangkan berdasarkan data panen padi kita di kabupaten Sintang diperhitungkan rata-rata hanya sekitar 2 hingga 3 ton perhektar.

”Inilah masalah kita kurang luas sawah yang ditanam, kurang sering ditanam, termasuk di Kelam dekat rumah kopi saya tanam padinya, hanya satu kali dalam satu tahunnya,"jelasnya.

Kedepaan Jarot berharap, Kabupaten Sintang bisa sebagai daerah swasembada beras, sehingga berdampak terhadap peningkatan perekonomian bagi masyarakat.

“Itu harapan kita sehingga dengan peningkatan ini masyarakat bisa sejahtra,”tukasnya. (okt)