RAT CU Keling Kumang TB 2014 Menjadi RAT Terpadat Sejak 20 Tahun

Kantor Pusat CU Keling KumangATSINTANG I Sintangpost.com-Rapat Tahunan Anggota (RAT) Credit Union Keling Kumang (CUKK) yang digelar tanggal. 20-21 Februari 2015, acaranya diawali dengan acara Pra RAT Pleno dihari pertama. Menurut Ketua Panitia, Valentinus, RAT dihadiri oleh 400 orang utusan anggota dari 21 Tempat Pelayanan (TP). Para utusan tersebut, mewakili 153.282 anggota dewasa dan didampingi oleh 21 orang Manager TP masing-masing. Aktivis yang memiliki latar belakang bidang kesehatan, juga dilibatkan. Dan meskipun semua Manager TP hadir, tidak sampai mengganggu kegiatan pelayanan dilapangan.

Gawai besarnya para anggota ini, disaksikan oleh para pendiri CUKK, Dewan Pengurus, Dewan Pengawas serta Ketua Puskopdit Khatulistiwa (Puskhat), Munaldus ini, sekaligus melaksanakan pemilihan calon Komite untuk Pemilihan Pengurus dan Pengawas Periode 2016-2018. Dan para Manager TP juga akan terlibat dalam pemilihan Komite. Ada 19 orang calon Komite yang turut dalam pencalonan.

“Finalnya akan ada tiga anggota Komite, terdiri dari dua orang hasil pemilihan, dan satu orang komite lainnya dipilih dari Pengurus lama yang tidak dapat dicalonkan lagi. Sebagimana kita ketahui, dua orang yang terpilih adalah Sabirin dan Mateus So’od, dan dari Pengurus lama yang terpilih adalan Daniel. Panitia juga telah menyiapkan puluhan hadiah doorprize, termasuk 12 unit sepeda motor, yang 10 unit diantaranya untuk Program Penggalangan dan Mobilisasi Modal Lembaga (PPMML),” kata Valentinus.

Menurut Ketua Dewan Pengurus, Mikael, RAT CUKK untuk Tahun Buku 2014 ini merupakan RAT terpadat dibandingkan dengan RAT-RAT sebelumnya. Pasalnya, selain acara pokok berupa pertanggungjawaban Pengurus, Pengawas dan Managemen serta membahas Pola-Kebijakan (Poljak) baru dan program kerja, juga akan disosialiasikannya Keling Kumang Group (KKG). KKG ini terdiri dari CUKK, Koperasi 52, Koperasi 77 serta telah berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Keling Kumang.

SMK Keling Kumang yang bertempat di bangunan SMK Karya Sekadau milik Keuskupan Sanggau, akan mulai menerima murid pada tahun ajaran ini, diprioritaskan kepada keluarga anggota CUKK. Ada tiga jurusan dari KKG, yaitu Akuntansi, Perkantoran dan Perangkat Lunak. Kemudian ada juga jurusan yang sudah ada sebelumnya di SMK Karya Sekadau, yaitu jurusan Pertanian.

“Untuk tempat praktek sudah tersedia di KKG, dan khusus untuk jurusan pertanian akan praktek di Sekolah-Sekolah Lapang Koperasi 77. Serah terima dengan Yayasan Karya Keuskupan Sanggau, akan dilakukan ada Tanggal. 23 Februari nanti. Tenaga pengajar pun sudah siap dari lingkungan CUKK sendiri. RAT kali ini menjadi RAT terpadat sepanjang 20 tahun CUKK,”

“Tentang Poljak baru, selain terkait efisiensi pelayanan dengan merasionalisasi jumlah produk yang tidak relevan lagi, juga tentang adanya peningkatan sistim IT dan perubahan struktur di CUKK. Jika sebelumnya CUKK terdiri dari 21 kantor TP yang membawahi 41 kantor Tempat Pelayanan Khusus (TPK) dan dibagi dalam dua Area, kedepan CUKK akan terdiri dari 62 kantor TP yang akan dibagi dalam enam Area serta tidak ada lagi kantor TPK,” kata Mikael.

General Manager CUKK, Yohanes. RJ juga turut menjelaskan, bahwa ini adalah sebuah proses yang masih panjang. Karena menyadari bahwa produk yang disediakan untuk menjaga kualitas baru hari ini dimulai. Dimana pada 20 tahun pertama masih mengutamakan kuantitas, sekarang mulai mengutamakan kualitas. Karena gerakan CU sudah menjadi gerakan masyarakat dipedalaman sudah menjadi budaya dan kuat. Dimana telah mampu mendorong masyarakat untuk menyimpan dan meminjam, ternyata itu belum cukup. Karena sebagaimana filosofi CUKK member, triple bottom line, dimana CU harus dinilai dari tiga aspek, yaitu financial, social dan environmental (keuangan, sosial dan lingkungan).

“Dalam 20 tahun terakhir dari aspek financial CUKK terus tumbuh dan tidak ada masalah, tetapi dampak sosial juga harus dinilai. Dari hasil penilaian, ternyata aspek sosialnya masih belum cukup. Dalam 20 tahun kedepan akan memperkuat aspek sosial dimana kualitas anggota menjadi penting. Dimana setiap pinjaman apat melahirkan para entrepreneur hebat. Kita ingin melahirkan anggota yang menjadi entrepreneur hebat. Artinya, tidak tergantung dengan pemeritah, semua usahanya produktif, dan akan mendorong bukan apa yang bisa dibeli namun apa yang bisa dijual oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan lokal maupun saat dimulainya Pasar Bebas Asean. Baca Pasar Bebas Asean sebagai kesempatan dan peluang bisnis,” kata Yohanes.

Calon Chief Executive Officer (CEO) di KKG ini menambahkan, tentang bagaimana masyarakat Kamboja dapat mengekspor beras sementara masyarakat Indonesia menimpor beras. Kemudian memaparkan juga tentang perlunya inovatif. Seperti terpuruknya para petani karet, dapat berinovasi dengan budidaya tawon madu atau budidaya lainnya. Madu yang diekspor seharusnya menjadi produk lokal, masyarakat harus mampu karena kita beruntung tinggal di hutan tropis yang cocok untuk budidaya lebah madu.

Pendiri dan Penasehat CUKK yang juga Ketua Puskhat, Munaldus berharap masa bhakti Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas nantinya diperpanjang menjadi enam tahu. Sebab, kata dia, jika seperti sekarang hanya tiga tahun biaya pemilihannya menjadi mahal. “Namun jika akan dilakukan perubahan, harus dilakukan amandemen perubahan AD/ART nya juga,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Sekadau, Rupinus lebih fokus memberikan motivasi kepada para anggota. Rupinus mendorong agar para anggota yang kebanyakan adalah petani, dapat menghasilkan produk yang berkualitas agar tidak menjadi pecundang dipasar. Kepada para Pengurus KKG, Rupinus berharap KKG tidak berhenti hanya mendirikan SMK. “Saya berharap nantinya KKG akan mendirikan Perguruan Tinggi disini,” pintanya.(*/bny)