Dari Gurung Mali ke Sintang Tambah Jarak 120 Km

Sejak Jembatan Mansik Putus

Agus Muryanto

SINTANG | Sintangpost.com-Sejak putusnya jembatan Bailey di Dusun Mansik Desa Merti Jaya pada tanggal. 22 Februari 2016 lalu, perjalanan kendaraan roda empat dari Desa Gurung Mali, Desa Jaya Mentari dan Desa Sungai Buluh, jika akan melakukan perjalanan ke Sintang harus tambah jarak sekitar 120 Kilometer. Karena harus melalui sejumlah Desa dihulu Sepauk, dan keluar di Simpang Empat Kayu Lapis.

“Perhitungan tersebut, atas dasar karena harus menambah BBM Solar sebanyak 14 Liter, dan dengan asumsi konsumsi sembilan Liter per Kilometer. Asumsi ini sudah dibansi, karena menurut spesifikasinya untuk kendaraan jenis Strada adalah 10,5 Kilometer per Liter. Begitu, dikeluhkan seorang pemilik kendaraan roda empat asal Desa Benua Kencana, Agus Muryanto (50), hari Kamis (12/5/2016).

Pedagang yang juga sering melayani jasa angkutan ini menambahkan, bahwa untuk dapat mencapai Jalan Provinsi, perjalanan dari tiga Desa dihulu Tempunak ini harus menelusuri sejumlah Desa di hulu Kecamatan Sepauk. Dari hulu Sepauk ini, kemudian keluar menuju ke Simpang Empat Kayu Lapis.

“Perjalanan panjang ini, harus diawali melalui jalan perkebunan sawit di Desa Sungai Buluh. Dari Sungai Buluh menuju Simpang Tiga Desa Bangun melalui bukit-bukit terjal yang berbahaya. Dari Simpang Tiga Bangun, kemudian menuju Dusun Temanang dan KM 38 dan terus ke Simpang Kayu Lapis. Rute ini, tidak dapat dilakukan oleh kendaraan truk dan hanya dapat dilakukan oleh kendaraan double gardan,” tutur Agus.

Ketika ditanya mengapa tidak melalui jalur lebih pendek, yaitu melalui Sungai Buluh - Penjarak - Nanga Jengkuat dan keluar di Puskesmas Kupan Jaya. Menurutnya, jalan dari Penjarak – Nanga Jengkuat sekarang kondisinya rusak berat.

“Kami sudah dua kali mencoba jalur ini, meskipun jarak dari Penjarak ke Nanga Jengkuat hanya sekitar Sembilan Kilometer, namun harus ditempuh sekitar tiga jam. Karenanya, lebih memilih keluar di Simpang Kayu Lapis,” pungkas Agus. (lcs)