Sekda Wanti-Wanti ASN Terlibat Narkoba

SINTANG | Sintangpost.com- Seketaris Daerah Sintang Yosepha Hasnah menghadiri kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sintang.

Dalam kesempatan itu, Yosepha turut berorasi mengampanyekan anti narkoba. Dia ingin, Sintang terbebas dari narkoba.
"Saya yakin penyalahgunaan narkoba bisa ditekan, asalkan semua bergerak. Dimulai dari diri sendiri, lalu keluarga. Setelah itu melebar ke tetangga dan lingkungan," katanya.

Selain itu lanjut yosepha bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang akan mberikan sanksi kepada Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang jika diketahui melakukan penyalahgunaan narkotika.

“Kita terus memantau dan mengantisipasi jika memang ada ASN yang menggunakan narkotika. Tentu kita tidak main-main, tahun lalu sudah ada ASN yang kita lakukan pemecatan dan tak menutup kemungkinan juga tahun ini,”jelasnya.

Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmaddin mengatakan bahwa pihaknya saat ini konsentrasi memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat Kabupaten Sintang, salah satunya adalah memberikan penyuluhan kesejumlah sekolah.

“Setiap ajaran baru, kami selalu memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkotika ke sejumlah sekolah dan juga pada kesempatan lainnya. Itu salah satu upaya dari BNNK Sintang untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Agus juga menyampaikan bahwa saat ini ada dua sekolah di Kabupaten Sintang yaitu SMK N 1 dan SMP N 2 yang menjadi sekolah percontohan bebas narkotika. Dengan demikian, diharapkan mampu membuat generasi muda khususnya pelajar, sadar mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Dari dua sekolah tersebut, ada duta anti narkotika, yang konsen menolak penggunaan narkotika. Merekalah nantinya yang akan membantu kami menjalankan program tolak narkoba ke seluruh masyarakat khususnya pelajar,” ucapnya.

Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin yang menjadi inspektur upacara pada apel peringatan HANI Tahun 2018 ini mengungkapkan pihaknya konsen untuk turut serta memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

“Sebelum melakukan pemberantasan narkotika di luar, kami lebih dahulu memberantas penyalahgunaan narkotika di internal kami. Siapapun, jika hasil tes urinenya positif maka akan kami beri sanksi, apalagi jika ditemukan sebagai bandar, maka sanksi akan bisa pada pemecatan,” tukasnya. (okt)