Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Sintang

STTP Magelang Bertekat Terus Tingkatkan Kualitas

Penandatanganan MOU Antara STTP dengan Pemkab Sintang di Balai Praja Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.Ph membuka penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Daerah Sintang dengan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Magelang di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Selasa (21/3/2017).

Kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama yang berjangka waktu 5 tahun ini mengenai, pengembangan sumber daya manusia bidang pertanian di Kabupaten Sintang dan penyelenggaraan pendidikan mahasiswa program diploma IV bidang penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan.

Pada kesempatan ini, Bupati mengungkapkan kondisi pertanian di Sintang. Sebagian memang hutan,kawasan hutan juga beberapa jenis, hutan wisata. Juga sebagian besar wilayah APL juga telah diberikan konsorsium untuk perkebunan.

“Sayangnya,masih sedikit yg digunakan untuk pertanian. Kami masih ladang berpindah dan farmer hill. Sawah kami pun masih sedikit. Ada banyak kendala yang mengakibatkan tingkat produktivitas sawah rendah,” tambahnya lagi.

Bupati juga mengingatkan kembali mengenai fokus kerja yang diarahakan oleh Presiden, Joko Widodo. “Pada situasi yang seperti ini, ada beberapa perintah dari presiden fokus pada empat hal saja, artinya fokus kita pada sektor pertanian. Dengan kondisi ini kita memang membutuhkan tenaga-tenaga pertanian yang handal dan mau bersekolah lagi di bidang pertanian,” terang dr. Jarot.

Orang nomor satu di Sintang itu juga mengungkapkan bahwa kerjasama terkait pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pertanaian sebagai hal yang sangat penting. “kerjasama kita ini memenuhi kekurangan tenaga penyuluh pertanian dan entreperneur pertanian,” kata dr. Jarot.

Bupati mengharapkan ada kemudahan test bagi siswa-siswa dari daerah pedalaman yang ingin ikut program ini. Untuk tes masuk, bisa lebih mudah bagi anak-anak dari perbatasan atau di pedalaman.

"Kami juga berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi anak-anak kami yang berstudi disana. Ini sekolah gratis bah dari pemerintah pusat,” tutupnya dengan dialek kampungnya.

Pada kesempatan ini Kepala Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Magelang, ir. Ali Rachman menyampaikan profil sekolah asuhannya dan profil lulusannya. “STTP Magelang merupakan institusi yang membimbing anak-anak untuk lebih terampil dibidang pertanian dan peternakan. Lama belajar 4 tahun dengan sistem paket. Gelarnya sarjana Sains Terapan,” tambah Ali lagi.

“Outputnya jadi penyuluh handal juga menjadi entrepreneur di bidang pertanian. Lulusan kita harus mampu untuk mengaplikasikan teori di lapangan, sehingga ketika jadi penyuluh mampu untuk mengamalkan ilmunya,” papar Ali lagi.

Ali menerangkan model aktivitas di sekolah tinggi yang dipimpinnya,“30% siswa kami berasal dari program kerjasama. Semua pembiayaan ditanggung negara, termasuk uang makan. Kampusnya ada di Jogja dan di Magelang. Kami juga menerapkan model persekolahan semimiliter terutama bidang disiplin.”

“Kami sangat antusias atas kerjasama dengan pemda Sintang. Kami ingin merekrut anak-anak keluarga petani. Kondisi jumlah anak petani yang menjadi petani saat ini merupakan kondisi yang mencemaskan. Padahal kemampuan terkait ketahanan pangan kita dari bidang pertanian,” terang Ali.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Ir. Veronika Ancili, M.Si menegaskan bahwa Sintang memang mengalami kekurangan tenaga penyuluh pertanian. “Kita saat ini baru memiliki 104 orang penyuluh, yang terdiri dari 80 orang PNS dan 24 dari tenaga honor lapangan yang diperbantukan dari departemen pertanian.

"Dengan keberadaan 391 desa yang ada tentu saja hal ini sangat tidak memadai, idealnya satu desa memiliki satu tenaga penyuluh” terangnya. “kedepan kalau Kabupaten Sintang dapat menjadi lumbung pangan keberadaan sangatlah dibutuhkan dan dengan tambahan tenaga yang bersekolah ini tentu akan sangat membantu,” tambah Veronika lagi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, SH.M.Si menyampaikan bahwa kerjasama ini sangat membantu Kabupaten untuk melakukan regenerasi pada petugas penyuluh pertanian yang ada di Sintang. “kerjasama yang kita rintis ini berlaku untuk 5 tahun. Para penyuluh kita yang masih tamatan SMA dapat kita kirim juga nantinya,” tambahnya lagi.

Pendaftaran akan terbuka bagi siswa-siswi jurusan IPA. “Ada tes administrasi, tes tertulis dan tes wawancara serta tes kesehatan. Tidak boleh buta warna itu persyaratan wajibnya,” kata Kartiyus.”Kami akan bentuk tim untuk memproses ini, tesnya akan kita mulai pada bulan Mei karena perkuliahan akan mulai pada bulan September,” katanya.(evy)